Kajian teknis produksi mesin peremuk diunit peremukan batubara umpan untuk mencapai target produksi sebesar 1704 ton/perhari di PLTU Baruraja (2x10 mu) PT.BNYE
Main Author: | Jounaldo Safputra |
---|---|
Format: | Book |
Bahasa: | ind |
Terbitan: |
, 2015
|
Subjects: | |
Online Access: |
http://digilib.unsri.ac.id//index.php?p=show_detail&id=1010 http://digilib.unsri.ac.id//lib/phpthumb/phpThumb.php?src=../../images/docs/fak_Teknik.jpg.jpg |
Daftar Isi:
- PLTU Baturaja (2 X 10 MW) PT. Bakti Nugraha Yuda Energy merupakan salah satuperusahaan pembangkit listrik tenaga uap dengan bahan bakar utama menggunakanbatubara yang berlokasi di Desa Tanjung Kemala, Kecamatan Baturaja Timur, KabupatenOgan Komering Ulu, Provinsi Sumatera Selatan. PT. Bakti Nugraha Yuda Energy telahmengoperasikan unit peremuk batubara umpan guna menghasilkan ukuran produk batubarayang sesuai dengan permintaan unit pembakaran di unit boiler PLTU Baturaja yaituberukuran -8 mm untuk digunakan dalam proses penghasilan daya listrik.Batubara hasil tambang berukuran ± 300 mm direduksi ukurannya melalui dua tahapperemukan yaitu peremukan kedua (secondary crushing) yang menghasilkan batubaraberukuran –50 mm dan peremukan ketiga (fine crushing) yang menghasilkan produkbatubara yang berukuran –8 mm. Sasaran produksi proses peremukan batubara pada unitperemuk PLTU Baturaja, PT. Bakti Nugraha Yuda Energy adalah sebesar 1.704 ton perhari yaitu untuk memenuhi permintaan 4 unit coal bunker pada elevasi-26 yang masingmasingberkapasitas 142 ton.Berdasarkan pengamatan dan perhitungan dilapangan diketahui bahwa sasaran produksisebesar 1.704 ton per hari dan produksi nyata rata-rata proses peremukan batubara yangmampu dicapai saat ini adalah sebesar 1.145 ton per hari. Proses peremukan difokuskanpada proses peremukan ketiga (fine crushing), nilai kesediaan alat dari unit peremuk,mechanical availability (MA) 78,56%, phisycal availibility (PA) 81,85%, use ofavailability (UA) 81,23%, effective utilization (Eut) 66,49%, waktu kerja efektif sebesar837,83 menit per hari dan efisiensi kerja 66,49%. Dari kondisi tesebut, sasaran produksiyang diinginkan belum terpenuhi. Upaya-upaya yang bisa dilakukan untuk perbaikan padaunit peremuk agar sasaran produksi bisa terpenuhi antara lain dengan cara penambahanjumlah pengumpanan, pengurangan waktu tunda, peningkatan efisiensi mesin peremuk(crusher), dan perbaikan unit peremuk tertiary crusher.
- xiii, 66 hlm ,; illus