PERBANDINGAN ANTARA METODE KONVENSIONAL DENGAN METODE ACTIVITY BASED COSTING GUNA PERHITUNGAN HARGA POKOK PRODUK YANG LEBIH AKURAT (Survei pada PT MALAKA SARI)

Main Author: Yudisthira, Gian Hassan
Format: Thesis application/pdf
Terbitan: Universitas Widyatama , 2016
Subjects:
Online Access: http://repository.widyatama.ac.id/xmlui/handle/123456789/6942
Daftar Isi:
  • Setiap perusahaan akan berusaha untuk bertahan dalam menghadapi persaingan dunia bisnis yang semakin lama semakin ketat. Oleh sebab itu, perusahaan memerlukan suatu peningkatan cara menghitung pembebanan biaya terhadap produknya agar menghasilkan informasi biaya yang tepat dan akurat bagi manajemen dalam menentukan harga jual yang terjangkau. Untuk perusahaan yang hanya memproduksi sattu jenis produk, perhitungan harga pokok produk dengan system konvensional cukup akurat. Akan tetapi, hal ini akan menimbulkan distorsi biaya apabila produk yang dihasilkan oleh perusahaan tersebut lebih dari satu jenis produk. Dengan menggunakan system ABC, maka informasi biaya yang diperoleh akan lebih baik karena dapat menggambarkan nilai aktivitas dalam suatu perusahaan yang dikonsumsi untuk membuat suatu produk dengan baik. Penelitian dilakukan pada PT. MALAKASARI yang terletak di Jl. Raya Banjaran Km 12,2 Kabupaten Bandung. Dalam melakukan penelitian ini, penulis bertujuan untuk mengetahui perbandingan sistem ABC dan sistem konvensional dalam menghitung harga pokok yang lebih akurat. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif analisis yang bertujuan untuk menggambarkan keadaan objel penelitian yang sebenarnya dengan cara mengumpulkan data yang relevan yang tersedia, kemudian disususn, diolah, dipelajari, serta dianalisis lebih lanjut. Berdasarkan hasil penelitian, penulis melihat bahwa PT. MALAKASARI menggunakan dasar perhitungan harga pokok produk berdasarkan sistem biaya konvensional yang memadai, karena adanya prime cost ( biaya bahan baku dan biaya tenaga kerja langsung ). Perhitungan harga pokok produk berdasarkan sistem biaya konvensional, dihitung dengan membagi seluruh biaya produksi selama periode tertentu dengan volume produksi. Ketidak akuratan perhitungan harga pokok produk terjadi karena perusahaan memproduksi lebih satu jenis produk, selain itu juga pada sistem konvensional hanya menggunakan jam orang saja sebagai satu-satunya pemicu biaya. Berdasarkan penelitian yang dilakukan penulis, maka dapat diketahui bahwa harga pokok produk yang dihasilkan dengan menggunakan sistem ABC lebih rendah dibandingkan dengan menggunakan sistem konvensional. Hal ini terbukti adanya undercost untuk produk kain greige katon sebesar 0,36%, produk kain grege polyester sebesar 0,31%, dan adanya overcost produk kain denim sebesar 0,51%. Sistem perhitungan harga pokok produk menurut sistem ABC, membebankan biaya overhead dari masing-masing cost driver, maka besarnya pengalokasian biaya tadi diakumulasikan sehingga didapat besarnya pengalokasian biaya produksi tidak langsung untuk masing-masing produk. Pembebanan biaya produksi dalam sistem ABC, tidak hanya didasarkan pada jam orang saja, melainkan didasarkan pada pemicu biaya yang lainnya yaitu nilai material, jumlah perintah pesanan, jumlah gambar, jumlah dokumen, jumlah sertifikat, jumlah konsumen dan jam inspeksi.