Perkembangan Bentukan dan Fungsi Rumah Tradisional Bugis
Main Author: | rambe, yunita syafitri |
---|---|
Format: | Article info application/pdf Journal |
Bahasa: | eng |
Terbitan: |
Universitas Medan Area
, 2018
|
Online Access: |
http://ojs.uma.ac.id/index.php/jaur/article/view/2043 http://ojs.uma.ac.id/index.php/jaur/article/view/2043/1774 |
Daftar Isi:
- Rumah bugis memiliki keunikan tersendiri, dibandingkan dengan rumah panggung dari suku yang lain (Sumatera dan Kalimantan). Bentuknya biasanya memanjang ke belakang, dengan tanbahan disamping bangunan utama dan bagian depan (orang bugis menyebutnya lego – lego). Dalam pembangunan rumah bugis, ukuran panjang, lebar dan tinggi rumah selalu dihubungkan dengan bagian-bagian badan manusia. Hal ini didasari oleh pandangan bahwa rumah merupakan refleksi dari wujud manusia. Ia mempunyai kepala,badan dan pusar serta kaki. Jauh sebelum islam masuk ke tanah bugis (tana ugi’), orang bugis memiliki kepercayaan bahwa alam semesta ini terdiri atas 3 bagian, bagian atas (botting langi), bagian tengah (alang tengnga) dan bagian bawah (paratiwi).