Pendidikan pesantren: pola pengasuhan,pembentukan karakter, dan perlindungan anak
Main Author: | Áchmad Muchaddam Fahham |
---|---|
Format: | Terbitan DPR |
Bahasa: | ind |
Terbitan: |
P3DI Setjen DPR Republik Indonesia dan Azza Grafika
, 2015
|
Subjects: | |
Online Access: |
http://opac.dpr.go.id/catalog/index.php?p=show_detail&id=30914 http://opac.dpr.go.id/catalog/lib/phpthumb/phpThumb.php?src=../../images/docs/pesantren.jpg.jpg |
Daftar Isi:
- Salah satu bentuk institusi pendidikan keagamaan Islam di Indonesia adalah pondok pesantren. Institusi ini memiliki sistem pendidikan yang unik sehingga berneda dengan institusi pendidikan keagamaan lainnya, seperti madrasah. Keunikan sistem pendidikan pesantren oleh Abdurrahman Wahid disebut dengan istilah subkultur, sementara Zamakhhsari Dhofier menyebut keunikan sistem pendidikan pesantren itu dengan tradisi pesantren. Seiring dengan ikhtiar revitalisasi pendidikan, pesantren tentu menjadi pelopor perubahan, tanpa menghilangkan kekhasan dunia pesantren yang lekat dengan kekhasan nilai keindonesiaan dan keislaman.Spirit Islam sebagai agama ramah terhadap anak, tentu senafas dengan spirit perlindungan anak, sudah seyogyanya pesantren sebagai lembaga pengasuhan menafaskan dirinya sebagai pesantren ramah anak dengan indikator;manajemen kepemimpinan yang mengedepankan prinsip kepentingan terbaik bagi santri,tenaga pendidik dan kependidikan memiliki maindset perlindungan anak,kultur relasi sosial,relasi antara guru dan santri maupun kultur pembelajaran berbasis spirit ramah anak. Bab I buku ini membahas tentang Sistem Pendidikan Pesantren,Bab II Pengasuhan Santri di Pesantren,Bab III Pembentukan Karakter Santri,Bab IV Perlindungan Hak Anak di pesantren.
- xi,142 hlm. ; 23 cm.