ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM REKAM MEDIK DI RUMAH SAKIT KHUSUS BEDAH MEDIMAS
Main Author: | Nur Aeni, Rinny |
---|---|
Format: | Article PeerReviewed |
Terbitan: |
Universitas Komputer Indonesia
, 2007
|
Subjects: | |
Online Access: |
http://repository.unikom.ac.id/8845/ http://elib.unikom.ac.id/gdl.php?mod=browse&op=read&id=jbptunikompp-gdl-s1-2007-rinnynurae-4309 |
Daftar Isi:
- Rumah Sakit Khusus Bedah Medimas adalah salah satu rumah sakit khusus yang terdapat di daerah Cirebon, dalam awal pendiriannya sampai sekarang, rumah sakit ini masih menggunakan cara-cara yang manual dalam pengolahan datanya, hal ini dikarenakan belum tersedianya suatu aplikasi perangkat lunak yang dapat mengolah data. Permasalahan klasik yang sering timbul dalam proses pengolahan data secara manual adalah data yang tercecer atau pengarsipan data yang belum teratur, seperti halnya terjadi di rumah sakit ini. Hal tersebut berpengaruh pada proses pencarian data, sehingga pencarian data di rumah sakit ini sering terlambat dan kurang akurat. Pekerjaan yang membutuhkan banyak tenaga dan tidak ada campur tangan unsur eksternal yang dapat membantu akan menimbulkan kejenuhan bagi para pegawai, sehingga sering mengakibatkan terjadinya human error dan etos kerja yang lambat dalam pekerjaannya. Dan hal tersebut sering terjadi di rumah sakit ini dimana para pegawai melakukan kesalahan dalam mengolah data maupun penyusunan laporan, dan hal tersebut akan berdampak pada terlambatnya penyusunan laporan bulanan. Berbagai masalah diatas tentunya tidak dapat terjadi apabila pemanfaatan teknologi informasi dilakukan secara maksimal sebagai suatu media penyimpanan sekaligus pengolah data digital, serta alat transfer data yang berimplikasi pada efektifitas dan efesiensi. Oleh karena itu, sesuai dengan instruksi dari Dewan Direksi Rumah Sakit Khusus Bedah Medimas, maka akan dibangun suatu aplikasi perangkat lunak untuk mengolah data, sehingga judul dari penelitian ini adalah “Analisis dan Perancangan Perangkat Lunak Sistem Rekam Medik Di Rumah Sakit Khusus Bedah Medimas”.