Efektivitas Pemberian Ekstrak Ethanol 70 % Akar Kecombrang (Etlingera elatior) Terhadap Larva Instar III Aedes aegypti sebagai Biolarvasida Potensial Effectiveness of Giving 70% Ethanol Root Extract Kecombrang (Etlingera elatior) against Aedes aegypti larvae instars III as Potential Biolarvacide

Main Author: Nanang Hidayatulloh, 0918011122
Format: Bachelors NonPeerReviewed Book Report
Terbitan: FALKULTAS KEDOKTERAN , 2013
Online Access: http://digilib.unila.ac.id/5655/1/Abstrak%20English.pdf
http://digilib.unila.ac.id/5655/2/Abstrak%20Indonesia.pdf
http://digilib.unila.ac.id/5655/3/cover%20dalam.pdf
http://digilib.unila.ac.id/5655/4/cover%20luar.pdf
http://digilib.unila.ac.id/5655/5/Daftar%20isi.pdf
http://digilib.unila.ac.id/5655/6/Daftar%20tabel%20dan%20Daftar%20gambar.pdf
http://digilib.unila.ac.id/5655/7/Lembar%20Pengesahan.pdf
http://digilib.unila.ac.id/5655/8/Lembar%20Persetujuan.pdf
http://digilib.unila.ac.id/5655/9/persembahan.pdf
http://digilib.unila.ac.id/5655/10/Riwayat%20Hidup.pdf
http://digilib.unila.ac.id/5655/11/Sanwacana.pdf
http://digilib.unila.ac.id/5655/12/BAB%20I%20PENDAHULUAN.pdf
http://digilib.unila.ac.id/5655/13/BAB%20II%20TINJAUAN%20PUSTAKA.pdf
http://digilib.unila.ac.id/5655/14/BAB%20III%20METODE%20PENELITIAN.pdf
http://digilib.unila.ac.id/5655/15/BAB%20IV%20Hasil%20dan%20Pembahasan.pdf
http://digilib.unila.ac.id/5655/16/BAB%20V%20Simpulan%20dan%20saran.pdf
http://digilib.unila.ac.id/5655/17/daftar%20pustaka.pdf
http://digilib.unila.ac.id/5655/
ctrlnum 5655
fullrecord <?xml version="1.0"?> <dc schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/ http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd"><title>Efektivitas Pemberian Ekstrak Ethanol 70 % Akar Kecombrang (Etlingera elatior) Terhadap Larva Instar III Aedes aegypti sebagai Biolarvasida Potensial&#xD; &#xD; Effectiveness of Giving 70% Ethanol Root Extract Kecombrang (Etlingera elatior) against Aedes aegypti larvae instars III as Potential Biolarvacide</title><creator>Nanang Hidayatulloh, 0918011122</creator><description>ABSTRAK&#xD; &#xD; Penyakit demam berdarah dengue merupakan salah satu masalah kesehatan masyarakat di negara &#x2013; negara yang memilki iklim tropis, termasuk Indonesia. Penyakit DBD mempunyai perjalanan klinis yang sangat cepat dan sering menyebabkan kematian akibat penanganan yang terlambat. Upaya pengendalian dan pemberantasan terhadap vektor penyakit DBD telah banyak dilakukan. Penggunaan insektisida buatan sebagai larvasida merupakan cara yang paling umum digunakan oleh masyarakat untuk mengendalikan pertumbuhan vektor tersebut. Namun, penggunaan insektisida buatan dapat menimbulkan bahaya bagi kesehatan maupun lingkungan. Bahaya penggunaan insektisida buatan tersebut dapat diminimalisir dengan menggunakan insektisida alami, salah satunya tanaman Kecombrang (Etlingera elatior) . Tanaman Kecombrang memiliki kandungan senyawa aktif yaitu saponin dan flavonoid yang memiliki potensi sebagai larvasida.&#xD; Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui efektivitas, nilai LC50 dan LT50 ekstrak akar Kecombrang (Etlingera elatior). Desain penelitian yang digunakan adalah eksperimental dengan menggunakan rancangan acak lengkap. Dibagi menjadi 6 kelompok uji yaitu 0% (kontrol negatif), 0,25 %, 0,5%, 0,75%, 1% dan abate 1% (kontrol positif). Jumlah sampel&#xD; yang digunakan pada penelitian ini adalah 480 larva. Masing-masing kelompok berisi 20 larva dalam 200 ml larutan yang berisi ekstrak ethanol akar Kecombrang. Pengulangan dilakukan 4 kali dan diberi makanan ikan selama penelitian. Uji yang digunakan adalah uji Kruskal- wallis (p &lt; 0,05), uji Post-hoc Man Whitney (p &lt; 0,05) dan uji Probit untuk mencari nilai LC50 dan LT50.&#xD; Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata jumlah larva yang mati sebesar 26,25 % pada konsentrasi 0,25 %; 47,50 % pada kosentrasi 0,5 %; 75 % pada konsentrasi 0,75 % dan 96,25 % pada konsentrasi 1 %. Berdasarkan hasil tersebut konsentrasi yang paling efektif yaitu konsentrasi 1 % karena daya bunuhnya lebih cepat dan jumlah kematiannya hampir sama dengan abate 1 %. Nilai LC50 adalah 4,38 % di menit ke-20; 1,56 % menit ke-40; 1,01 % menit ke-60; 0,83 % menit ke-120; 0,71% menit ke-240; 0,61 % menit ke-480; 0,54 % di menit ke-1440; 0,48 % di menit ke-2880 dan 0,44 % pada menit ke-4320 . Nilai LT50 adalah 380,88 menit pada konsentrasi 0,75 % dan 151,81 menit pada konsentrasi 1 %.&#xD; Kata kunci : Aedes aegypti, Kecombrang (Etlingera elatior) dan larvasida&#xD; &#xD; ABSTRACT&#xD; &#xD; Dengue disease is one public health problem in the countries that has the tropical climate, including Indonesia. DHF has a very rapid clinical course and often leads to death due to delayed treatment. Efforts to control and eradicate the dengue vector has been widely applied. The use of artificial insecticides as larvacide is the most commonly used by communities to control the growth of these vectors. However, the use of artificial insecticides may pose a danger to health or the environment. Dangers of using artificial insecticides can be minimized by using natural insecticides, one of the plants kecombrang (Etlingera elatior). Plants kecombrang contains active compounds are saponins and flavonoids that have potential as larvacide.&#xD; The purpose of this study was to determine the effectiveness, LC50 and LT50 values kecombrang root extract (Etlingera elatior). The study design used was experimental, using completely randomized design. Trials were divided into 6 groups, namely 0% (negative control), 0.25%, 0.5%, 0.75%, 1% and 1% abate (positive control). The number of samples used in this study was 480 larvae. Each group contains 20 larvae in 200 ml solution containing ethanol root extract kecombrang. Repetition done 4 times and given food fish&#xD; during the study. Test used is the Kruskal-wallis test (p &lt;0.05), Post-hoc tests Man Whitney (p &lt;0.05) and Probit test to find the value of LC50 and LT50.&#xD; The results showed that the average number of larvae that died of 26.25% at a concentration of 0.25%, 47.50% at concentration of 0.5%, 75% at concentrations of 0.75% and 96.25% at a concentration of 1 %. Based on these results the most effective concentration of 1% due to the concentration of power killed him faster and the number of death is almost equal to abate 1%. LC50 value was 4.38% in the 20th minute; 1.56% in the 40th minute; 1.01% in the 60th minute; 0.83% minute 120; 0.71% to-240 minutes; 0 , 61% to 480 minutes; 0.54% in minute-1440; 0.48% at minute in 2880 and 0.44% in 4320 minutes. LT50 value was 380.88 minutes at a concentration of 0.75% and 151.81 minutes at a concentration of 1%.&#xD; Key word : Aedes aegypty, Kecombrang (Etlingera elatior) and Larvacides</description><publisher>FALKULTAS KEDOKTERAN</publisher><date>2013-03-20</date><type>Thesis:Bachelors</type><type>PeerReview:NonPeerReviewed</type><type>Book:Book</type><identifier>http://digilib.unila.ac.id/5655/1/Abstrak%20English.pdf</identifier><type>Book:Book</type><identifier>http://digilib.unila.ac.id/5655/2/Abstrak%20Indonesia.pdf</identifier><type>Book:Book</type><identifier>http://digilib.unila.ac.id/5655/3/cover%20dalam.pdf</identifier><type>Book:Book</type><identifier>http://digilib.unila.ac.id/5655/4/cover%20luar.pdf</identifier><type>Book:Book</type><identifier>http://digilib.unila.ac.id/5655/5/Daftar%20isi.pdf</identifier><type>Book:Book</type><identifier>http://digilib.unila.ac.id/5655/6/Daftar%20tabel%20dan%20Daftar%20gambar.pdf</identifier><type>Book:Book</type><identifier>http://digilib.unila.ac.id/5655/7/Lembar%20Pengesahan.pdf</identifier><type>Book:Book</type><identifier>http://digilib.unila.ac.id/5655/8/Lembar%20Persetujuan.pdf</identifier><type>Book:Book</type><identifier>http://digilib.unila.ac.id/5655/9/persembahan.pdf</identifier><type>Book:Book</type><identifier>http://digilib.unila.ac.id/5655/10/Riwayat%20Hidup.pdf</identifier><type>Book:Book</type><identifier>http://digilib.unila.ac.id/5655/11/Sanwacana.pdf</identifier><type>Book:Book</type><identifier>http://digilib.unila.ac.id/5655/12/BAB%20I%20PENDAHULUAN.pdf</identifier><type>Book:Book</type><identifier>http://digilib.unila.ac.id/5655/13/BAB%20II%20TINJAUAN%20PUSTAKA.pdf</identifier><type>Book:Book</type><identifier>http://digilib.unila.ac.id/5655/14/BAB%20III%20METODE%20PENELITIAN.pdf</identifier><type>Book:Book</type><identifier>http://digilib.unila.ac.id/5655/15/BAB%20IV%20Hasil%20dan%20Pembahasan.pdf</identifier><type>Book:Book</type><identifier>http://digilib.unila.ac.id/5655/16/BAB%20V%20Simpulan%20dan%20saran.pdf</identifier><type>Book:Book</type><identifier>http://digilib.unila.ac.id/5655/17/daftar%20pustaka.pdf</identifier><identifier> Nanang Hidayatulloh, 0918011122 (2013) Efektivitas Pemberian Ekstrak Ethanol 70 % Akar Kecombrang (Etlingera elatior) Terhadap Larva Instar III Aedes aegypti sebagai Biolarvasida Potensial Effectiveness of Giving 70% Ethanol Root Extract Kecombrang (Etlingera elatior) against Aedes aegypti larvae instars III as Potential Biolarvacide. FALKULTAS KEDOKTERAN, UNIVERSITAS LAMPUNG. </identifier><relation>http://digilib.unila.ac.id/5655/</relation><recordID>5655</recordID></dc>
format Thesis:Bachelors
Thesis
PeerReview:NonPeerReviewed
PeerReview
Book:Book
Book
Report:Report
Report
author Nanang Hidayatulloh, 0918011122
title Efektivitas Pemberian Ekstrak Ethanol 70 % Akar Kecombrang (Etlingera elatior) Terhadap Larva Instar III Aedes aegypti sebagai Biolarvasida Potensial Effectiveness of Giving 70% Ethanol Root Extract Kecombrang (Etlingera elatior) against Aedes aegypti larvae instars III as Potential Biolarvacide
publisher FALKULTAS KEDOKTERAN
publishDate 2013
isbn 9780918011121
url http://digilib.unila.ac.id/5655/1/Abstrak%20English.pdf
http://digilib.unila.ac.id/5655/2/Abstrak%20Indonesia.pdf
http://digilib.unila.ac.id/5655/3/cover%20dalam.pdf
http://digilib.unila.ac.id/5655/4/cover%20luar.pdf
http://digilib.unila.ac.id/5655/5/Daftar%20isi.pdf
http://digilib.unila.ac.id/5655/6/Daftar%20tabel%20dan%20Daftar%20gambar.pdf
http://digilib.unila.ac.id/5655/7/Lembar%20Pengesahan.pdf
http://digilib.unila.ac.id/5655/8/Lembar%20Persetujuan.pdf
http://digilib.unila.ac.id/5655/9/persembahan.pdf
http://digilib.unila.ac.id/5655/10/Riwayat%20Hidup.pdf
http://digilib.unila.ac.id/5655/11/Sanwacana.pdf
http://digilib.unila.ac.id/5655/12/BAB%20I%20PENDAHULUAN.pdf
http://digilib.unila.ac.id/5655/13/BAB%20II%20TINJAUAN%20PUSTAKA.pdf
http://digilib.unila.ac.id/5655/14/BAB%20III%20METODE%20PENELITIAN.pdf
http://digilib.unila.ac.id/5655/15/BAB%20IV%20Hasil%20dan%20Pembahasan.pdf
http://digilib.unila.ac.id/5655/16/BAB%20V%20Simpulan%20dan%20saran.pdf
http://digilib.unila.ac.id/5655/17/daftar%20pustaka.pdf
http://digilib.unila.ac.id/5655/
contents ABSTRAK Penyakit demam berdarah dengue merupakan salah satu masalah kesehatan masyarakat di negara – negara yang memilki iklim tropis, termasuk Indonesia. Penyakit DBD mempunyai perjalanan klinis yang sangat cepat dan sering menyebabkan kematian akibat penanganan yang terlambat. Upaya pengendalian dan pemberantasan terhadap vektor penyakit DBD telah banyak dilakukan. Penggunaan insektisida buatan sebagai larvasida merupakan cara yang paling umum digunakan oleh masyarakat untuk mengendalikan pertumbuhan vektor tersebut. Namun, penggunaan insektisida buatan dapat menimbulkan bahaya bagi kesehatan maupun lingkungan. Bahaya penggunaan insektisida buatan tersebut dapat diminimalisir dengan menggunakan insektisida alami, salah satunya tanaman Kecombrang (Etlingera elatior) . Tanaman Kecombrang memiliki kandungan senyawa aktif yaitu saponin dan flavonoid yang memiliki potensi sebagai larvasida. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui efektivitas, nilai LC50 dan LT50 ekstrak akar Kecombrang (Etlingera elatior). Desain penelitian yang digunakan adalah eksperimental dengan menggunakan rancangan acak lengkap. Dibagi menjadi 6 kelompok uji yaitu 0% (kontrol negatif), 0,25 %, 0,5%, 0,75%, 1% dan abate 1% (kontrol positif). Jumlah sampel yang digunakan pada penelitian ini adalah 480 larva. Masing-masing kelompok berisi 20 larva dalam 200 ml larutan yang berisi ekstrak ethanol akar Kecombrang. Pengulangan dilakukan 4 kali dan diberi makanan ikan selama penelitian. Uji yang digunakan adalah uji Kruskal- wallis (p < 0,05), uji Post-hoc Man Whitney (p < 0,05) dan uji Probit untuk mencari nilai LC50 dan LT50. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata jumlah larva yang mati sebesar 26,25 % pada konsentrasi 0,25 %; 47,50 % pada kosentrasi 0,5 %; 75 % pada konsentrasi 0,75 % dan 96,25 % pada konsentrasi 1 %. Berdasarkan hasil tersebut konsentrasi yang paling efektif yaitu konsentrasi 1 % karena daya bunuhnya lebih cepat dan jumlah kematiannya hampir sama dengan abate 1 %. Nilai LC50 adalah 4,38 % di menit ke-20; 1,56 % menit ke-40; 1,01 % menit ke-60; 0,83 % menit ke-120; 0,71% menit ke-240; 0,61 % menit ke-480; 0,54 % di menit ke-1440; 0,48 % di menit ke-2880 dan 0,44 % pada menit ke-4320 . Nilai LT50 adalah 380,88 menit pada konsentrasi 0,75 % dan 151,81 menit pada konsentrasi 1 %. Kata kunci : Aedes aegypti, Kecombrang (Etlingera elatior) dan larvasida ABSTRACT Dengue disease is one public health problem in the countries that has the tropical climate, including Indonesia. DHF has a very rapid clinical course and often leads to death due to delayed treatment. Efforts to control and eradicate the dengue vector has been widely applied. The use of artificial insecticides as larvacide is the most commonly used by communities to control the growth of these vectors. However, the use of artificial insecticides may pose a danger to health or the environment. Dangers of using artificial insecticides can be minimized by using natural insecticides, one of the plants kecombrang (Etlingera elatior). Plants kecombrang contains active compounds are saponins and flavonoids that have potential as larvacide. The purpose of this study was to determine the effectiveness, LC50 and LT50 values kecombrang root extract (Etlingera elatior). The study design used was experimental, using completely randomized design. Trials were divided into 6 groups, namely 0% (negative control), 0.25%, 0.5%, 0.75%, 1% and 1% abate (positive control). The number of samples used in this study was 480 larvae. Each group contains 20 larvae in 200 ml solution containing ethanol root extract kecombrang. Repetition done 4 times and given food fish during the study. Test used is the Kruskal-wallis test (p <0.05), Post-hoc tests Man Whitney (p <0.05) and Probit test to find the value of LC50 and LT50. The results showed that the average number of larvae that died of 26.25% at a concentration of 0.25%, 47.50% at concentration of 0.5%, 75% at concentrations of 0.75% and 96.25% at a concentration of 1 %. Based on these results the most effective concentration of 1% due to the concentration of power killed him faster and the number of death is almost equal to abate 1%. LC50 value was 4.38% in the 20th minute; 1.56% in the 40th minute; 1.01% in the 60th minute; 0.83% minute 120; 0.71% to-240 minutes; 0 , 61% to 480 minutes; 0.54% in minute-1440; 0.48% at minute in 2880 and 0.44% in 4320 minutes. LT50 value was 380.88 minutes at a concentration of 0.75% and 151.81 minutes at a concentration of 1%. Key word : Aedes aegypty, Kecombrang (Etlingera elatior) and Larvacides
id IOS4198.5655
institution Universitas Lampung
institution_id 43
institution_type library:university
library
library Perpustakaan Universitas Lampung
library_id 537
collection Digital Repository Unila
repository_id 4198
subject_area Miscellany of Technology and Applied Sciences/Aneka Ragam tentang Teknologi dan Ilmu Terapan
Research of Social Science/Metode Riset Penelitian Ilmu Sosial, Statistik Ilmu Sosial
Agriculture/Industri Pertanian
Econmics/Ilmu Ekonomi
city KOTA BANDAR LAMPUNG
province LAMPUNG
shared_to_ipusnas_str 1
repoId IOS4198
first_indexed 2017-04-20T08:10:02Z
last_indexed 2017-04-20T08:10:02Z
recordtype dc
_version_ 1686096550489489408
score 17.538404