STUDI PENGECAMBAHAN BIJI DAN PEMBESARAN SEEDLING IN VITRO SERTA AKLIMATISASI PLANLET Phalaenopsis HIBRIDA
ctrlnum |
15715 |
---|---|
fullrecord |
<?xml version="1.0"?>
<dc schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/ http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd"><title>STUDI PENGECAMBAHAN BIJI DAN PEMBESARAN SEEDLING
IN VITRO SERTA AKLIMATISASI PLANLET
Phalaenopsis HIBRIDA</title><creator>LENI MARLINA, 1324011004</creator><subject>Budidaya tanaman</subject><description>Phalaenopsis hibrida (Orchidaceae) merupakan jenis tanaman anggrek yang bentuk, warna dan corak bunganya sangat indah dan digemari konsumen. Ukuran bunga yang beragam, masa segar bunga yang lama dan harga yang tidak terlalu mahal juga merupakan daya tarik yang kuat yang menjadikan Phalaenopsis hibrida salah satu jenis anggrek yang paling banyak diperdagangkan di dunia. Perakitan hibrida baru yang disukai konsumen merupakan salah satu kunci keberhasilan usaha peanggrekan. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari
studi persilangan dua tetua anggrek Phalaenopsis hibrida, perkembangan polong buah berbiji, perkecambahan biji dan pertumbuhan seedling in vitro serta aklimatisasi planlet. Dari serangkaian studi di atas, dilakukan tiga percobaan yaitu perkecambahan biji anggrek Phalaenopsis hibrida in vitro, pertumbuhan seedling Phalaenopsis hibrida in vitro dan aklimatisasi pertumbuhan planlet anggrek Phalaenopsis hibrida yang dilaksanakan di Laboratorium Ilmu Tanaman Fakultas Pertanian Universitas Lampung dari bulan April 2014 sampai dengan Juni 2015. Ketiga percobaan tersebut, menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) yang disusun secara faktorial (2x3). Percobaan I bertujuan untuk mempelajari pengaruh media dasar (MS dan 3 g/l Growmore NPK 32:10:10) dan berbagai konsentrasi pepton (0, 2, 4 g/l) terhadap perkecambahan biji secara in vitro. Semua biji yang dikecambahkan diberi skor dengan rentang 0 (tidak ada biji yang berkecambah) sampai 4 (sebagian besar biji berkecambah). Pertumbuhan protokorm diukur dengan menghitung persentase dari protokorm dengan primordia daun dan bobot 100 protokorm pada 2 (dua) bulan setelah benih disemai.
Percobaan II bertujuan untuk mempelajari pengaruh dari media dasar (MS dan 3 g/l Growmore NPK 32:10:10) dan berbagai konsentrasi pepton yaitu (0, 1, 2 g/l) pada pertumbuhan seedling in vitro. Jumlah daun, panjang daun dan diameter daun maupun bobot segar tanaman diamati setelah 3 (tiga) bulan dikulturkan. Percobaan III bertujuan untuk mempelajari pengaruh media aklimatisasi (sphagnum moss dan sabut kelapa) dan berbagai jenis pupuk daun (Growmore NPK 32:10:10, Hyponex Merah NPK 25:5:20 dan Gandasil D NPK
20:15:15) pada kelangsungan hidup dan pertumbuhan plantlet selama aklimatisasi. Persentase dari planlet yang hidup jumlah daun, panjang daun, diameter daun, jumlah akar, panjang akar dan bobot segar plantlet diamati setelah 4 (empat) bulan dalam kondisi ex vitro.
Hasil percobaan I menunjukkan bahwa setelah berumur 2 (dua) bulan setelah semai, jumlah biji yang berkecambah secara signifikan dipengaruhi oleh media dasar, konsentrasi pepton dan interaksi kedua faktor. Media yang terbaik untuk perkecambahan biji Phalaenopsis hibrida adalah 3 gr/l Growmore + 2 atau 4 g/l pepton, diikuti oleh MS + 2 g/l pepton dan MS tanpa pepton. Media Growmore + 4 g/l pepton menghasilkan persentase tertinggi (94%) protokorm yang sudah membentuk primordia daun. Media Growmore + 4 g/l pepton atau MS + 2 g/l pepton menghasilkan bobot 100 protokorm yang lebih tinggi dibandingkan dengan media lainnya.
Hasil percobaan II menunjukkan bahwa setelah 3 (tiga) bulan dalam kultur, pertumbuhan seedling Phalaenopsis hibrida in vitro tidak dipengaruhi oleh media dasar. Namun, penambahan 2 g/l pepton pada media Growmore secara signifikan meningkatkan rata-rata panjang daun, diameter daun dan bobot segar tanaman maupun panjang akar. Penambahan 1 g/l pepton hanya meningkatkan rata-rata panjang daun.
Hasil percobaan III menunjukkan bahwa pada umur 4 bulan sejak planlet dikeluarkan dari botol, baik jenis media aklimatisasi (sphagnum moss atau sabut kelapa), jenis pupuk daun (Growmore NPK 32:10:10, Hyponex Merah NPK 25:5:20 dan Gandasil D, NPK 20:15:15) maupun interaksi antara keduanya tidak berpengaruh terhadap persentase keberhasilan aklimatisasi, jumlah dan panjang daun. Namun media sphagnum moss menghasilkan pertumbuhan bibit Phalaenopsis lebih baik yang ditunjukkan oleh diameter daun, jumlah akar, panjang akar dan bobot segar planlet yang lebih tinggi daripada di media sabut kelapa. Semua perlakuan yang dicobakan dapat digunakan untuk aklimatisasi planlet Phalaenopsis karena semuanya menghasilkan keberhasilan aklimatisasi 100%.
Kata kunci : Phalaenopsis hibrida, media dasar, pepton, perkecambahan biji in vitro, pertumbuhan seedling, aklimatisasi plantlet, sphagnum moss, pupuk</description><date>2015-10-29</date><type>Thesis:Masters</type><type>PeerReview:NonPeerReviewed</type><type>Book:Book</type><identifier>http://digilib.unila.ac.id/15715/1/ABSTRAK.pdf</identifier><type>Book:Book</type><identifier>http://digilib.unila.ac.id/15715/2/COVER%20DALAM.pdf</identifier><type>Book:Book</type><identifier>http://digilib.unila.ac.id/15715/3/COVER%20LUAR.pdf</identifier><type>Book:Book</type><identifier>http://digilib.unila.ac.id/15715/4/DAFTAR%20GAMBAR.pdf</identifier><type>Book:Book</type><identifier>http://digilib.unila.ac.id/15715/5/DAFTAR%20ISI.pdf</identifier><type>Book:Book</type><identifier>http://digilib.unila.ac.id/15715/6/DAFTAR%20TABEL.pdf</identifier><type>Book:Book</type><identifier>http://digilib.unila.ac.id/15715/7/LEMBAR%20PENGESAHAN.pdf</identifier><type>Book:Book</type><identifier>http://digilib.unila.ac.id/15715/8/LEMBAR%20PERNYATAAN.pdf</identifier><type>Book:Book</type><identifier>http://digilib.unila.ac.id/15715/9/MOTO.pdf</identifier><type>Book:Book</type><identifier>http://digilib.unila.ac.id/15715/10/LEMBAR%20PERSETUJUAN.pdf</identifier><type>Book:Book</type><identifier>http://digilib.unila.ac.id/15715/11/MOTO.pdf</identifier><type>Book:Book</type><identifier>http://digilib.unila.ac.id/15715/12/PERSEMBAHAN.pdf</identifier><type>Book:Book</type><identifier>http://digilib.unila.ac.id/15715/13/RIWAYAT%20HIDUP.pdf</identifier><type>Book:Book</type><identifier>http://digilib.unila.ac.id/15715/14/SANWACANA.pdf</identifier><type>Book:Book</type><identifier>http://digilib.unila.ac.id/15715/15/BAB%20I.pdf</identifier><type>Book:Book</type><identifier>http://digilib.unila.ac.id/15715/16/BAB%20II.pdf</identifier><type>Book:Book</type><identifier>http://digilib.unila.ac.id/15715/18/BAB%20III.pdf</identifier><type>Book:Book</type><identifier>http://digilib.unila.ac.id/15715/19/BAB%20IV.pdf</identifier><type>Book:Book</type><identifier>http://digilib.unila.ac.id/15715/17/BAB%20V.pdf</identifier><type>Book:Book</type><identifier>http://digilib.unila.ac.id/15715/17/DAFTAR%20PUSTAKA.pdf</identifier><identifier> LENI MARLINA, 1324011004 (2015) STUDI PENGECAMBAHAN BIJI DAN PEMBESARAN SEEDLING IN VITRO SERTA AKLIMATISASI PLANLET Phalaenopsis HIBRIDA. Masters thesis, Universitas Lampung. </identifier><relation>http://digilib.unila.ac.id/15715/</relation><recordID>15715</recordID></dc>
|
format |
Thesis:Masters Thesis PeerReview:NonPeerReviewed PeerReview Book:Book Book Report:Report Report |
author |
LENI MARLINA, 1324011004 |
title |
STUDI PENGECAMBAHAN BIJI DAN PEMBESARAN SEEDLING
IN VITRO SERTA AKLIMATISASI PLANLET
Phalaenopsis HIBRIDA |
publishDate |
2015 |
isbn |
9781324011002 |
topic |
Budidaya tanaman |
url |
http://digilib.unila.ac.id/15715/1/ABSTRAK.pdf http://digilib.unila.ac.id/15715/2/COVER%20DALAM.pdf http://digilib.unila.ac.id/15715/3/COVER%20LUAR.pdf http://digilib.unila.ac.id/15715/4/DAFTAR%20GAMBAR.pdf http://digilib.unila.ac.id/15715/5/DAFTAR%20ISI.pdf http://digilib.unila.ac.id/15715/6/DAFTAR%20TABEL.pdf http://digilib.unila.ac.id/15715/7/LEMBAR%20PENGESAHAN.pdf http://digilib.unila.ac.id/15715/8/LEMBAR%20PERNYATAAN.pdf http://digilib.unila.ac.id/15715/9/MOTO.pdf http://digilib.unila.ac.id/15715/10/LEMBAR%20PERSETUJUAN.pdf http://digilib.unila.ac.id/15715/11/MOTO.pdf http://digilib.unila.ac.id/15715/12/PERSEMBAHAN.pdf http://digilib.unila.ac.id/15715/13/RIWAYAT%20HIDUP.pdf http://digilib.unila.ac.id/15715/14/SANWACANA.pdf http://digilib.unila.ac.id/15715/15/BAB%20I.pdf http://digilib.unila.ac.id/15715/16/BAB%20II.pdf http://digilib.unila.ac.id/15715/18/BAB%20III.pdf http://digilib.unila.ac.id/15715/19/BAB%20IV.pdf http://digilib.unila.ac.id/15715/17/BAB%20V.pdf http://digilib.unila.ac.id/15715/17/DAFTAR%20PUSTAKA.pdf http://digilib.unila.ac.id/15715/ |
contents |
Phalaenopsis hibrida (Orchidaceae) merupakan jenis tanaman anggrek yang bentuk, warna dan corak bunganya sangat indah dan digemari konsumen. Ukuran bunga yang beragam, masa segar bunga yang lama dan harga yang tidak terlalu mahal juga merupakan daya tarik yang kuat yang menjadikan Phalaenopsis hibrida salah satu jenis anggrek yang paling banyak diperdagangkan di dunia. Perakitan hibrida baru yang disukai konsumen merupakan salah satu kunci keberhasilan usaha peanggrekan. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari
studi persilangan dua tetua anggrek Phalaenopsis hibrida, perkembangan polong buah berbiji, perkecambahan biji dan pertumbuhan seedling in vitro serta aklimatisasi planlet. Dari serangkaian studi di atas, dilakukan tiga percobaan yaitu perkecambahan biji anggrek Phalaenopsis hibrida in vitro, pertumbuhan seedling Phalaenopsis hibrida in vitro dan aklimatisasi pertumbuhan planlet anggrek Phalaenopsis hibrida yang dilaksanakan di Laboratorium Ilmu Tanaman Fakultas Pertanian Universitas Lampung dari bulan April 2014 sampai dengan Juni 2015. Ketiga percobaan tersebut, menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) yang disusun secara faktorial (2x3). Percobaan I bertujuan untuk mempelajari pengaruh media dasar (MS dan 3 g/l Growmore NPK 32:10:10) dan berbagai konsentrasi pepton (0, 2, 4 g/l) terhadap perkecambahan biji secara in vitro. Semua biji yang dikecambahkan diberi skor dengan rentang 0 (tidak ada biji yang berkecambah) sampai 4 (sebagian besar biji berkecambah). Pertumbuhan protokorm diukur dengan menghitung persentase dari protokorm dengan primordia daun dan bobot 100 protokorm pada 2 (dua) bulan setelah benih disemai.
Percobaan II bertujuan untuk mempelajari pengaruh dari media dasar (MS dan 3 g/l Growmore NPK 32:10:10) dan berbagai konsentrasi pepton yaitu (0, 1, 2 g/l) pada pertumbuhan seedling in vitro. Jumlah daun, panjang daun dan diameter daun maupun bobot segar tanaman diamati setelah 3 (tiga) bulan dikulturkan. Percobaan III bertujuan untuk mempelajari pengaruh media aklimatisasi (sphagnum moss dan sabut kelapa) dan berbagai jenis pupuk daun (Growmore NPK 32:10:10, Hyponex Merah NPK 25:5:20 dan Gandasil D NPK
20:15:15) pada kelangsungan hidup dan pertumbuhan plantlet selama aklimatisasi. Persentase dari planlet yang hidup jumlah daun, panjang daun, diameter daun, jumlah akar, panjang akar dan bobot segar plantlet diamati setelah 4 (empat) bulan dalam kondisi ex vitro.
Hasil percobaan I menunjukkan bahwa setelah berumur 2 (dua) bulan setelah semai, jumlah biji yang berkecambah secara signifikan dipengaruhi oleh media dasar, konsentrasi pepton dan interaksi kedua faktor. Media yang terbaik untuk perkecambahan biji Phalaenopsis hibrida adalah 3 gr/l Growmore + 2 atau 4 g/l pepton, diikuti oleh MS + 2 g/l pepton dan MS tanpa pepton. Media Growmore + 4 g/l pepton menghasilkan persentase tertinggi (94%) protokorm yang sudah membentuk primordia daun. Media Growmore + 4 g/l pepton atau MS + 2 g/l pepton menghasilkan bobot 100 protokorm yang lebih tinggi dibandingkan dengan media lainnya.
Hasil percobaan II menunjukkan bahwa setelah 3 (tiga) bulan dalam kultur, pertumbuhan seedling Phalaenopsis hibrida in vitro tidak dipengaruhi oleh media dasar. Namun, penambahan 2 g/l pepton pada media Growmore secara signifikan meningkatkan rata-rata panjang daun, diameter daun dan bobot segar tanaman maupun panjang akar. Penambahan 1 g/l pepton hanya meningkatkan rata-rata panjang daun.
Hasil percobaan III menunjukkan bahwa pada umur 4 bulan sejak planlet dikeluarkan dari botol, baik jenis media aklimatisasi (sphagnum moss atau sabut kelapa), jenis pupuk daun (Growmore NPK 32:10:10, Hyponex Merah NPK 25:5:20 dan Gandasil D, NPK 20:15:15) maupun interaksi antara keduanya tidak berpengaruh terhadap persentase keberhasilan aklimatisasi, jumlah dan panjang daun. Namun media sphagnum moss menghasilkan pertumbuhan bibit Phalaenopsis lebih baik yang ditunjukkan oleh diameter daun, jumlah akar, panjang akar dan bobot segar planlet yang lebih tinggi daripada di media sabut kelapa. Semua perlakuan yang dicobakan dapat digunakan untuk aklimatisasi planlet Phalaenopsis karena semuanya menghasilkan keberhasilan aklimatisasi 100%.
Kata kunci : Phalaenopsis hibrida, media dasar, pepton, perkecambahan biji in vitro, pertumbuhan seedling, aklimatisasi plantlet, sphagnum moss, pupuk |
id |
IOS4198.15715 |
institution |
Universitas Lampung |
institution_id |
43 |
institution_type |
library:university library |
library |
Perpustakaan Universitas Lampung |
library_id |
537 |
collection |
Digital Repository Unila |
repository_id |
4198 |
subject_area |
Miscellany of Technology and Applied Sciences/Aneka Ragam tentang Teknologi dan Ilmu Terapan Research of Social Science/Metode Riset Penelitian Ilmu Sosial, Statistik Ilmu Sosial Agriculture/Industri Pertanian Econmics/Ilmu Ekonomi |
city |
KOTA BANDAR LAMPUNG |
province |
LAMPUNG |
shared_to_ipusnas_str |
1 |
repoId |
IOS4198 |
first_indexed |
2017-04-20T08:24:27Z |
last_indexed |
2017-04-20T08:24:27Z |
recordtype |
dc |
_version_ |
1686096719635283968 |
score |
17.538404 |