Teknik dan pengembangan desain tenun lurik
Main Author: | SUKANADI, I Made |
---|---|
Format: | Book vi, 166 hal. |
Bahasa: | ind |
Terbitan: |
BP ISI Yogyakarta
, 2018
|
Subjects: | |
Online Access: |
http://opac.isi.ac.id//index.php?p=show_detail&id=39686 http://opac.isi.ac.id//lib/minigalnano/createthumb.php?filename=../../images/docs/ID.06.02.19.jpg.jpg&width=200 |
Daftar Isi:
- Buku ini berisi tentang sejarah tenun lurik dari jaman Prasejarah sampai jaman sejarah, tenun di Indonesia telah memberi warna tersendiri dalam dunia tekstil, dan dengan keunikan serta keindahannya mampu menarik perhatian para pecinta tekstil tradisional dari manca negara bahkan tidak jarang di antara mereka datang ke indonesia hanya untuk mempelajari tenun tradisional Indonesia. Selain itu di bahas tentang jenis dan teknik pengerjaannya yaitu : tenun lurik, tenun ikat pakan, tenun ikat lungsi, tenun dobel ikat dan tenun pakan tambahan dengan teknik cungkit yang lazim disebut tenun songket, di samping itu kain tenun Indonesia sangat kaya dengan ragam hias atau motif yang diterapkannya bahkan pada prinsipnya kain tenun terjadi karena adanya persilangan dua benang yang terjalin saling tegak lurus satu sama lain, benang tersebut terdiri dari dua arah atau posisi vertikal (lungsi) dan horisontal (pakan). Di Indonesia di kenal berbagai alat tenun sesuai dengan cara penggunaannya dan j enis kain tenun yang dihasilkannya, di antaranya alat tenun Kartu, Bendo, Gendong, Tinjak, ATBM. Dalam membuat tenun lurik, perlu diawali dengan belajardesain tenun lurik agar dapat memahami banyak hal tentang susunan warna, trend warna, susunan garis dan menyusun bidang, mengatur komposisi baris dan bidang, tentang irama garis, keseimbangan bentuk dan komposisi, teksture, tentang nilai - nilai estetik dan lain sebagainya, di samping melihat - lihat desain yang sudah ada sebagai referensi, bisa juga membuat gambaran warna dan susunan warna yang akan diwujudkan dengan menggunakan penggaris sebagai media ekspresinya, yaitu penggaris yang berbentuk segi panjang tersebut dililitkan benang - benang yang telah di beri pewarna dan susunan warna yang akan digunakan disesuaikan dengan ide motif yang akan dikerjakan, dengan demikian dapat dilihat, apakah ide tersebut cocock untuk diwujudkan menjadi kain atau tidak. Bagian akhir buku ini memuat tentang pengembanagn bahan kain tenun lurik menjadi produk lain yang disesuaikan dengan kebutuhan konsumen atau pasar.