ANALISIS PEMASARAN BERAS ORGANIK BERSERTIFIKAT DAN NON ORGANIK DI DESA DLINGO KECAMATAN MOJOSONGO KABUPATEN BOYOLALI
Main Authors: | suswadi, Prasetyowati, Kusriani , Haryuni |
---|---|
Format: | Article info application/pdf eJournal |
Bahasa: | ind |
Terbitan: |
Fakultas Pertanian, Universitas Tunas Pembangunan Surakarta
, 2021
|
Online Access: |
http://ejournal.utp.ac.id/index.php/AFP/article/view/1488 http://ejournal.utp.ac.id/index.php/AFP/article/view/1488/520521232 |
Daftar Isi:
- Marketing was an important thing in establishing the sustainability of the organic farming business because marketing was an economic activity that affects the high and low income of farmers. non-organic, the share of the price received by farmers in each rice marketing channel, and knowing the efficiency of rice marketing in Dlingo Village, Mojosongo District, Boyolali Regency. Taking as many as 30 respondents organic farmers and 30 non-organic farmers using the simple random sampling method (Simple Random Sampling Method). In addition to determining the respondents, traders used the method of scoping respondents (Tracing Sampling Method). Based on the results of the study are as follows: (1) The margins for each actor in the organic rice marketing channel are 38.74% farmer group level, 38.74% wholesaler level, and 22.52% modern market level. Meanwhile, the margins for each actor in the non-organic rice marketing channel are 72.86% for village collectors, 15.71% for wholesalers, 11.43% for retailers. (2) The benefits received by each actor in the organic rice marketing channel are: farmers enjoy 16% profit, farmer groups 39.4%, wholesalers 4.1%, and modern markets 40.2%. In the marketing channel of non-organic rice, farmers enjoy 7.4% profit, village collectors 70.4% and wholesalers 9.8%, retailers 12.4%. (3) The efficiency level in the organic rice marketing channel is 26.04% while the efficiency level in the non-organic rice marketing channel is 36.36%, meaning that both marketing channels are not efficient.
- Pemasaran merupakan hal yang penting dalam menjalin keberlanjutan usaha pertanian orgaganik karena pemasaran merupakan tindakan ekonomi yang berpengaruh terhadap tinggi rendahnya pendapatan petani.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui saluran pemasaran beras, besarnya margin pemasaran yang diperoleh setiap lembaga pemasaran pada masing-masing saluran pemasaran beras organik dan non organik, besarnya bagian harga yang diterima oleh petani pada masing-masing saluran pemasaran beras, dan mengetahui efisiensi pemasaran beras di Desa Dlingo Kecamatan Mojosongo Kabupaten Boyolali. Mengambil sebanyak 30 responden petani organik dan 30 petani non organik dengan menggunakan metode sampel acak sederhana (Simple RandomSampling Method).Selain itu untuk menentukan responden pedagang di gunakan metode penjajakan responden (Tracing Sampling Method).Berdasarkan Hasil penelitian adalah sebagai berikut: (1) Margin pada setiap pelaku disaluran pemasaran beras organik, adalah: ditingkat kelompok tani 38,74%, ditingkat pedagang besar 38, 74% dan ditingkat pasar modern 22,52%. Sedangkan margin pada tiap pelaku di saluran pemasaran beras non-organik, adalah: di pengepul desa 72,86%, ditingkat pedagang besar 15,71%, ditingkat pengecer 11,43%. (2) Keuntungan yang diterima oleh setiap pelaku pada saluran pemasaran beras organik adalah: petani menikmati keuntungan 16%, kelompok tani 39,4%, pedagang besar 4,1% dan pasar modern 40,2 % . Pada saluran pemasaran beras non-organik petani menikmati keuntungan 7,4%, pengepul desa 70,4% dan Pedagang besar 9,8 % , pengecer 12,4% . (3) Tingkat efisiensi pada saluran pemasaran beras organik 26,04% sedangkan tingkat efisiensi pada saluran pemasaran beras non-organik 36,36%, artinya pada kedua saluran pemasaran tersebut belum efisien.