MODEL PEMBELAJARAN SCRAMBLE DAN TIME TOKEN ARENDS (TTA) UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN PEMAHAMAN KONSEP MATEMATIS PESERTA DIDIK KELAS X SMAN 16 BANDAR LAMPUNG TAHUN AJARAN 2017/2018
Main Author: | Yuna, Yuni Agsa |
---|---|
Format: | Thesis NonPeerReviewed application/pdf eJournal |
Bahasa: | eng |
Terbitan: |
, 2018
|
Subjects: | |
Online Access: |
http://repository.radenintan.ac.id/3729/1/SKRIPSI%20YUNI%20AGSA%20YUNA.pdf http://repository.radenintan.ac.id/3729/ |
Daftar Isi:
- Penguasaan peserta didik terhadap materi konsep - konsep matematika masih lemah bahkan dipahami dengan keliru. Sebagaimana yang dikemukakan Ruseffendi bahwa terdapat banyak peserta didik yang setelah belajar matematika, tidak mampu memahami bahkan pada bagian yang paling sederhana sekalipun, banyak konsep yang dipahami secara keliru sehingga matematika dianggap sebagai ilmu yang sukar, ruwet, dan sulit. Salah satu kemampuan yang diharapkan dikuasai peserta didik dalam belajar matematika adalah kemampuan Pemahaman konsep matematis. pemahaman dan penguasaan suatu materi atau konsep merupakan prasyarat untuk menguasai materi atu konsep berikutnya. hal ini sesuai dengan pernyataan Heruman dalam matematika setiap konsep berkaitan dengan konsep lain, dan suatu konsep menjadi prasyarat bagi konsep lainnya oleh sebab itu, pemahaman konsep merupakan hal yang sangat fundamental dalam pembelajaran matematika agar lebih bermakna. guru harus pandai memilih model pembelajaran yang kreatif dan inovatif untuk diterapkan, dengan tujuan agar peserta didik dapat dilibatkan secara aktif dalam proses pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan peningkatkan kemampuan pemahaman konsep matematis peserta didik yang diberi penerapan Model pembelajaran Scramble dan Time Token Arends (TTA) dengan model pembelajaran konvensional. penelitian ini dijalankan dengan menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode eksperimen semu (quasi eksperimental design). data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, tes dan dokumentasi. Berdasarkan hasil penelitian dan perhitungan n-gain dengan nilai tertinggi pada kelas eksperimen yaitu 1,000 dan nilai terendah 0,562, sedangkan kelas kontrol dengan nilai tertinggi yaitu 0,818 dan nilai terendah 0,235. Rata-rata n-gain yang diperoleh oleh kelas eksperimen adalah 0,651 dan kelas kontrol adalah 0,454. kemudian hasil analisis dan pengolahan data menggunakan t-test diperoleh = 4,690 dan = 2,010. dengan level signifikan 5%. hasil perhitungan menunjukkan bahwa > , dengan kata lain menolak H0 dan menerima HI. sehingga dapat diambil kesimpulan bahwa peningkatan kemampuan pemahaman konsep matematis peserta didik dengan model pembelajaran Scramble dan Time Token Arends (TTA) lebih baik dari model pembelajaran konvensional.