HUBUNGAN BEBAN KERJA DENGAN STRES KERJA PADA PETUGAS PELAYANAN VAKSINASI DI KANTOR KESEHATAN PELABUHAN (KKP) KELAS I SURABAYA

Main Author: SA`DIYAH, HAFIFATUS
Format: Undergraduate Thesis PeerReviewed application/pdf
Bahasa: eng
Terbitan: UNKNOWN , 2018
Subjects:
Online Access: http://repository.unusa.ac.id/3493/1/SR-KM-180031_abstract.pdf
http://repository.unusa.ac.id/3493/
http://digilib.unusa.ac.id/data_pustaka-20557.html
Daftar Isi:
  • Terjadinya peningkatan kunjungan pasien akan berdampak pada beban kerja petugas. Mengingat masing-masing memiliki pembebanan yang berbeda, maka dapat mengakibatkan understress atau overstress. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan beban kerja dengan stres kerja pada petugas pelayanan vaksinasi di Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Kelas I Surabaya. Desain penelitian menggunakan analitik observasional dengan pendekatan cross sectional. Populasi dari penelitian ini adalah seluruh petugas pelayanan vaksinasi di KKP Kelas I Surabaya sebesar 37 petugas. Sampel pada penelitian adalah 34 responden yang terbagi pada 2 tempat yaitu 14 responden pada KKP Perak dan 20 responden pada KKP Juanda yang dilakukan dengan cara proportional random sampling. Instrumen pengumpulan data menggunakan kuesioner dan lembar observasi. Data dianalisis menggunakan uji chi-square dengan α = 0,05. Hasil penelitian menunjukkan hampir seluruh responden (91,2%) memiliki beban kerja rendah dan sebagian besar (73,5%) mengalami stres kerja rendah. Hasil uji chi-square diperoleh signifikansi fisher’s exact test 0,014 < 0,05 sehingga H0 ditolak artinya ada hubungan yang signifikan antara beban kerja dengan stres kerja pada petugas vaksinasi dengan nilai contingency coefficient sebesar 0,460 artinya kekuatan hubungan cukup kuat. Nilai Odd Ratio sebesar 5,167 artinya petugas yang memiliki beban kerja tinggi lebih beresiko 5,167 kali mengalami stres kerja tinggi daripada petugas yang beban kerjanya rendah. Simpulan dari penelitian ini yaitu semakin rendah beban kerja petugas maka semakin ringan pula stres kerja petugas dan sebaliknya. Sehinga perlunya manajemen diri yang efektif sehingga jika adanya beban kerja tinggi maka stres dapat dikendalikan secara efektif dan tetap dapat memberikan pelayanan yang baik serta menjaga kenyamanan pasien.