ANALISIS PERBANDINGAN MODEL ARIMA DAN SARIMA UNTUK MEMPREDIKSI INDEKS HARGA KONSUMEN (IHK) INDONESIA
Main Author: | Siti Wilhelminah, |
---|---|
Format: | Thesis NonPeerReviewed Book |
Bahasa: | eng |
Terbitan: |
, 2022
|
Subjects: | |
Online Access: |
http://repository.syekhnurjati.ac.id/8955/1/awalan%20dll.pdf http://repository.syekhnurjati.ac.id/8955/2/bab%20i.pdf http://repository.syekhnurjati.ac.id/8955/3/bab%20v.pdf http://repository.syekhnurjati.ac.id/8955/4/dapus.pdf http://repository.syekhnurjati.ac.id/8955/ |
Daftar Isi:
- Masalah perekonomian terbesar disuatu negara biasanya disebabkan oleh inflasi. Tingkat inflasi harus bisa dikendalikan dengan baik agar tidak terjadi kenaikan atau penurunan harga barang dan jasa secara terus menerus. Indikator utama untuk mengukur tingkat inflasi yaitu data Indeks Harga Konsumen (IHK). IHK merupakan angka indeks yang menggambarkan perubahan harga barang dan jasa yang dikonsumsi oleh masyarakat secara umum pada periode waktu tertentu. Tujuan dari penelitian ini yaitu membandingkan dua metode peramalan untuk memprediksi angka IHK Indonesia, sebagai upaya dalam pengendalian inflasi. Data yang digunakan berupa data sekunder yang didapatkan dari Badan Pusat Statistik (BPS), data yang diambil yaitu data IHK Indonesia dari bulan Januari tahun 2007 sampai bulan Desember tahun 2021. Penelitian ini membandingkan dua model peramalan yaitu model ARIMA dan SARIMA. Penentuan metode peramalan terbaik dilakukan melalui tahapan (1) Identifikasi Model, (2) Estimasi Parameter, (3) Diagnostic Checking, serta (4) Pemilihan model terbaik dengan melihat MSE (Mean Square Error) dan MAPE (Mean Absolute Percentage Error). Hasil penelitian menunjukan bahwa model ARIMA lebih cocok digunakan untuk memprediksi angka IHK Indonesia dengan kriteria peramalan baik. Model peramalan terbaik yang dihasilkan dari analisis metode regresi time series yaitu model ARIMA (1,1,1) dengan nilai MSE sebasar 30,11 dan MAPE sebesar 16%. Analisis ini dapat mempertimbangkan metode peramalan terbaik untuk data IHK di Indonesia. Serta dapat dijadikan sebagai bahan pertimbangan dalam mengambil keputusan atau kebijakan untuk keberhasilan moneter dimasa yang akan datang.