Spiritualitas dan regulasi diri: Studikoping stres pada mahasiswa Fakultas Kedokteran di DKI Jakarta

Main Author: Syahidah Rena
Other Authors: Abdul Mujib, Abuddin Nata
Format: doctoralThesis
Bahasa: ind
Terbitan: Sekolah Pascasarjana UIN Jakarta
Subjects:
Online Access: http://repository.uinjkt.ac.id/dspace/handle/123456789/44957
Daftar Isi:
  • Penelitian ini bertujuan membuktikan adanya hubungan antara spiritualitas dan regulasi diri belajar dalam menekan pengaruh stresor terhadap stres. Lebih jauh, penelitian ini bermaksud menawarkan sebuah model efektif dalam fungsi optimal manusia (human functioning) melalui sebuah pandangan holistik, yakni mendekati permasalahan dengan berbagai cara yang mungkin (posible waysout). Dimana kemampuan mengatasi stresor akademik tidak hanya dibatasi melalui fungsi pertahanan spiritualitas saja, tetapi juga dengan mengevaluasi sebuah bentuk koping aktif yang salah satu bentuk prakteknya adalah regulasi diri belajar. Perbincangan akademik terkait peran spiritualitas dan korelasinya dengan kesehatan mental dan kesejahteran diri masih menjadi perdebatan diantara dua kelompok ahli. Kelompok pertama, seperti Albert Ellis (1980), Ronald Siddle (2002), dan Jhon C. Norcross (2010) menyebutkan bahwa spiritualitas dan keyakinan terhadap Tuhan adalah pola pikir yang irasionalistik, bahkan berpotensi terhadap permasalahan psikologis lainnya. Sebaliknya kelompok kedua, seperti Carolyn Aldwin, Crystal Park, Yu-Jin Jeong dan Tiwik Nath (2014) membuktikan bahwa spiritualitas memberikan pengaruh positif terhadap kesehatan psikologis bagi individu dengan demografis yang berbeda. Adapun penelitian ini selaras dengan pandangan ahli pada kelompok kedua. Penelitian ini menggunakan metode penelitian campuran (mixed methods) dengan desain eksplanatori sekuensial (sequential explanatory design), yakni penelitian kuantitatif sebagai pendekatan utama dan kualitatif sebagai fasilitator. Sementara subjek pada penelitian ini adalah mahasiswa kedokteran di beberapa perguruan tinggi terpilih di DKI Jakarta yang telah diperoleh secara purposive sampling berdasarkan tahun pendidikan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pada model analisis kuantitatif yang ditawarkan adalah fit. Spiritualitas secara signifikan berpengaruh dalam menekan stres dengan t-hitung sebesar (-2.95>1.96) dan berkontribusi sebesar 0.03% (R Square= 0.039). Begitupula regulasi diri berpengaruh dalam menekan stres dengan t-hitung sebesar (-4.32>1.96) dan berkontribusi sebesar 0.07% (R Square=0.074). Dalam hubungan keseluruhan akhir, regulasi diri belajar didapati memberikan pengaruh signfikan dalam memediasi hubungan negatif antara spiritualitas dan stres. Sehingga dengan demikian semakin tinggi regulasi diri belajar yang dimiliki mahasiswa maka fungsi spiritualitas sebagai penyanggah kejadian stres (stress buffer function) akan semakin tinggi. Terakhir, melalui analisis kualitatif penelitian ini menegaskan bahwa spiritualitas dan regulasi diri belajar secara efektif terbukti dapat menjadi koping dalam mengatasi stres akademik. Spiritualitas menjadi koping berfokus emosi (emotion focused coping) dan regulasi diri secara bersamaan menjadi koping berfokus masalah (problem focused coping).