Diagnosis dan Tatalaksana Inhalasi Zat Toksik Akut
Main Authors: | Mukhtar Ikhsan, Agus Dwi Susanto, Winariani, Feni Fitriani, Erlang Samoedro, et al |
---|---|
Format: | BookSection |
Bahasa: | ind |
Terbitan: |
Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI)
|
Subjects: | |
Online Access: |
http://repository.uinjkt.ac.id/dspace/handle/123456789/44121 |
Daftar Isi:
- Book Chapter
- Berbagai bahan terinhalasi baik gas, debu, uap, asap, ataupun substansi inhalasi lainnya dapat menyebabkan reaksi toksik pada saluran napas dan paru baik akut maupun kronik. Efek toksik yang tersering berpengaruh pada saluran napas seperti trakeitis, bronkitis dan bronkiolitis. Efek yang paling berat adalah terjadinya cedera paru akut yang bisa berakhir dengan acute respiratory distress syndrome (ARDS). Selain itu, inhalasi bisa sekedar rute masuknya zat toksik ke dalam tubuh dengan target organ utama organ di luar paru, menyebabkan asfiksia atau bahkan menimbulkan efek sistemik. Gejala klinis yang timbul akibat inhalasi zat toksik seringkali tidak spesifik sehingga membuat diagnosis menjadi sulit. Riwayat yang terperinci menjadi penting dan membantu dalam penanganan. Klinisi harus memahami karakter zat toksik, mekanisme, perjalanan penyakit, penanganan serta pencegahan yang dapat dilakukan bila menemukan kasus inhalasi zat toksik.