Akhlak Pendidik dan Peserta Didik dalam Kitab Taysir al-Khallaq Karya Hafidz Hasan al-Mas'udi
Main Author: | Muhammad Yunus Yazid |
---|---|
Other Authors: | Dr. Akhmad Sodiq, M. Ag |
Format: | bachelorThesis |
Bahasa: | ind |
Terbitan: |
Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan
|
Subjects: | |
Online Access: |
http://repository.uinjkt.ac.id/dspace/handle/123456789/36593 |
Daftar Isi:
- Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengungkapkan mengenai akhlak yang harus dipenuhi oleh pendidik serta peserta didik yang ada pada kitab Taysir al- Khallaq karya hafidz hasan al-Mas’udi. Adapun metode penulisan yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif, lebih tepatnya adalah metode penelitian kepustakaan atau library reasearch yang bercorak deskriptif analitis atau analitis kritis, yaitu mengkaji gagasan primer mengenai ruang lingkup permasalahan yang dipercaya oleh gagasan sekunder yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Akhlak yang harus dipenuhi oleh pendidik dalam kitab Taysir al-Khallaq karya Hafidz Hasan al-Mas’udi yaitu taqwa, ramah, sabar, berwibawa, penyayang, memberi nasihat yang baik, dan tidak memaksa kemampuan murid. Sedangkan, akhlak peserta didik dalam kitab taysir al-khallaq karya hafidz hasan al-mas’udi terbagi menjadi tiga, berdasarkan hubungan interaksi peserta didik di lingkungan pendidikannya yaitu akhlak peserta didik terhadap diri sendiri, akhlak peserta didik terhadap guru, dan akhlak peserta didik terhadap teman. Pertama, akhlak peserta didik terhadap diri sendiri yaitu tidak ‘ujub, tawadlu’, jujur, tenang, berwibawa, tidak banyak menoleh ketika berjalan dengan memandang hal-hal yang dilarang agama, dan jujur dengan ilmu pengetahuan yang dimiliki. Kedua, akhlak peserta didik terhadap guru yaitu meyakini bahwa kemulian guru lebih besar daripada kemuliaan orang tua, tunduk di hadapan guru, duduk dengan sopan, tidak bergaru, tidak mengunggulkan guru satu sama lain, dan tidak malu bertanya. Ketiga, akhlak peserta didik terhadap teman yaitu menghormati teman, tidak menghina, tidak sombong, tidak meremehkan, dan tidak merasa senang apabila guru menegur teman.