Pemberdayaan keterampilan otomotif bagi remaja putus sekolah di Panti Sosial Bina Remaja (PSBR) Taruna Jaya Tebet-DKI Jakartaotomotif. Tehnik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara dan juga dokumentasi. Hal ini untuk memudahkan dalam proses analisa. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini adalah pelaksanaan pada keterampilan otomotif diberikan selama enam bulan. Adapun disetiap bulannya pelaksanaan pelatihan tersebut sudah memiliki jadwal yang pasti. Yaitu pada bulan pertama yaitu perekrutan peserta, pada bulan kedua pemberian teori, dibulan ketiga sampai kelima praktek pelatihan dan dibulan keenam yaitu praktek belajar kerja. Hasil dari pelatihan tersebut dapat dilihat dari para remaja putus sekolah yang tadinya mereka tidak dapat memeperbaiki motor menjadi bisa memperbaiki motor, dan yang tadinya tidak mengerti bagian-bagian mesin menjadi lebih tahu. Faktor pendukung dan penghambat dapat dilihat dari hasil observasi dan wawancara. Faktor pendukungnya adanya kerjasama antara PSBR dengan lembaga diluar PSBR. Faktor penghambat diantaranya yaitu terletak pada sarana dan prasarana yang dimiliki panti. Hal ini cukup berdasar dikarenakan peralatan yan dimiliki panti masih kurang memadai dalam pemberian pelatihan otomotif untuk teknologi saat ini

Main Author: Dony Ismail
Other Authors: Ismet Firdaus, M.Si
Format: Bachelors
Terbitan: Uin Syarif Hidayatullah . Fakultas Dakwah Dan Komunikasi
Online Access: http://repository.uinjkt.ac.id/dspace/handle/123456789/2354
Daftar Isi:
  • xi, 76 ha + lampl.; 28
  • ABSTRAK Dony Ismail Pemberdayaan Keterampilan Otomotif Bagi Remaja Putus Sekolah di Panti Sosial Bina Remaja Taruna Jaya Tebet-DKI Jakarta Seiring dengan kemajuan ilmu dan teknologi, kebutuhan manusia semakin kompleks, bahkan sampai kebutuhan pendidikan dari berbagai bidang ilmu. Karena kurang baiknya tingkat ekonomi di Indonesia menyebabkan banyak remaja menjadi putus sekolah. Sehingga tingkat pengangguran di Indonesia juga semakin meningkat. Oleh karena itu dibutuhkan adanya sebuah wadah bagi para remaja putus sekolah untuk memberdayakan mereka melalui pemberdayaan. Penulis mengambil judul Pemberdayaan Keterampilan Otomotif Bagi Remaja Putus Sekolah karena hakikatnya remaja putus sekolah tersebut harus diberdayakan melalui pendidikan luar sekolah sehingga mereka memiliki bekal untuk bekerja dan juga agar para remaja putus sekolah tersebut dapat menjadikan diri mereka menjadi lebih mandiri. Menurut Winarni dalam Sulistiyani, inti dari pemberdayaan ada tiga hal, yaitu pengembangan (enabling), memperkuat potensi atau daya (empowering), dan terciptanya kemandirian. Pada hakikatnya pemberdayaan merupakan penciptaan suasana atau iklim yang memungkinkan potensi masyarakat dapat berkembang. Setiap remaja mempunyai potensi yang kuat untuk berkembang, dan dalam mengembangkan potensi tersebut diperlukan suatu motivasi untuk mendorong meningkatkan kesadaran dalam diri setiap remaja, agar mereka dapat mengembangkan potensi tersebut. Dengan pemberian keterampilan para remaja putus sekolah bisa dapat menjadikan diri mereka lebih mandiri dan juga memiliki keterampilan dalam diri mereka. Dalam prosedur pemilihan informan pada penelitian ini menggunakan purposive. Adapun informan dalam penelitian ini berjumlah 4 orang, yang terdiri dari seorang instruktur, seorang staf panti, dan 2 orang peserta pelatihan jurusa