PELECEHAN SEKSUAL DI KALANGAN MAHASISWA SEBAGAI BENTUK KEKERASAN GENDER (Studi Pada Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Yogyakarta)
Main Authors: | Grendi Hendrastomo, M.M, M.A, Prof. Dr. Farida Hanum, M.Si., Alfianto Hanafiah |
---|---|
Format: | Bachelors |
Bahasa: | ind |
Terbitan: |
Pend. Ilmu Sejarah FIS UNY
, 2012
|
Subjects: | |
Online Access: |
http://library.fis.uny.ac.id/opac/index.php?p=show_detail&id=965 http://library.fis.uny.ac.id/opac/lib/phpthumb/phpThumb.php?src=../../images/docs/Cover_Skripsi.png |
Daftar Isi:
- Kehidupan masyarakat yang kompleks membuat semakin besar resikoterjadinya tindak pelecehan seksual termasuk di kalangan mahasiswa FIS UNY.Tindak pelecehan seksual bisa dialami dan dilakukan mahasiswa maupun mahasiswi.Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan gambaran tindak pelecehan seksualyang terjadi di FIS UNY, jenis pelecehan yang dominan terjadi, persepsi mahasiswamengenai pelecehan seksual termasuk kekerasan gender dan usaha untukmeminimalisir tindak pelecehan seksual di kalangan mahasiswa.Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif. Sumber data primer berasal darimahasiswa FIS UNY. Sumber data sekunder berasal dari dokumentasi, kepustakaanmelalui buku dan media massa. Teknik pengumpulan data dengan observasi,wawancara, dan dokumentasi. Teknik pengambilan sampel menggunakan snow ballsampling. Teknik keabsahan data menggunakan teknik triangulasi, memperpanjangwaktu penelitian, diskusi dengan expert, dan teman. Sedangkan analisis datamenggunakan teknik analisis interaktif Miles dan Hubberman.Hasil penelitian menunjukkan bahwa tindak pelecehan seksual banyak terjadidi kalangan mahasiswa FIS UNY baik itu laki-laki maupun perempuan. Terjadi biasgender dan ketimpangan sosial dalam perilaku mahasiswa yang terkait tindakpelecehan seksual yang terjadi. Sebagian besar dari informan mahasiswa FIS UNYberanggapan bahwa tindak pelecehan seksual merupakan salah satu bentuk caramereka bergaul, menciptakan keakraban, suatu hal biasa, sebatas bercanda dan tidakperlu dipersoalkan. Jenis pelecehan seksual yang dominan terjadi adalah leluconjorok, guyonan cabul dan cubitan. Selain itu berupa kerlingan, siulan menggoda,lelucon bersifat menghina, bahasa bersifat mengancam, melihat atau memandangiseseorang dari atas ke bawah atau sebaliknya, adapun yang jarang terjadi adalahrayuan seks, melakukan rabaan, merangkul, meminta imbalan seks, menginterogasikehidupan seksual, sedangkan mempertontonkan gambar atau video porno tidakpernah terjadi. Sebagian informan mahasiswa FIS UNY mempersepsikan tindakpelecehan seksual hanya terkait dengan hal-hal yang berbau seks semata, padahalpelecehan seksual sangat luas. Mahasiswa belum menyadari jika tindak pelecehanseksual merupakan sebuah kekerasan gender. Usaha untuk meminimalisir tindakpelecehan seksual adalah dengan melawan (melaporkan, memarahi, bertindak danmelawan) atau berkompromi (diam, menganggap biasa, menghindar).Kata Kunci: pelecehan seksual, pelecehan seksual di kampus, kekerasan gender
- 12,133hlm.PDF