PERAN JARINGAN SOSIAL DALAM PELAKSANAAN TRADISI JOLENAN PADA MASYARAKAT DESA SOMONGARI KECAMATAN KALIGESING, KABUPATEN PURWOREJO

Main Authors: Puji Lestari, M.Hum, Poerwanti Hadi Pratiwi, M.Si, Chatma Fauyiyan Rohma
Format: Bachelors
Bahasa: ind
Terbitan: Pend. Sosiologi , 2011
Subjects:
Online Access: http://library.fis.uny.ac.id/opac/index.php?p=show_detail&id=941
http://library.fis.uny.ac.id/opac/lib/phpthumb/phpThumb.php?src=../../images/docs/Cover_Skripsi.png
Daftar Isi:
  • Masyarakat Desa Somongari memiliki tradisi Saparan yang sampai saat inimasih dilaksanakan secara turun temurun dari generasi kegenerasi. TradisiSaparan yang ada pada masyarakat Desa Somongari dikenal dengan namajolenan. Tradisi jolenan merupakan ungkapan rasa syukur kepada Tuhan YangMaha Esa atas segala nikmat yang telah diberikan yaitu termasuk hasil bumi.Berdasarkan hal tersebut, penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan prosesiataupun tatacara pelaksanaan tradisi saparan jolenan serta ingin mendeskripisikanperan jaringan sosial dalam pelaksanaan tradisi jolenan yang ada pada masyarakatDesa Somongari, Kecamatan Kaligesing, Kabupaten Purworejo.Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, dijabarkan secaradeskriptif dengan sumber data dalam penelitian ini yang terdiri dari perangkatdesa, pelaku tradisi jolenan dan masyarakat setempat. Teknik pengumpulan datadalam penelitian ini adalah observasi, wawancara semi terstruktur, dandokumentasi. Teknik sampling yang digunakan dalam penelitian ini adalahpurposive sampling. Adapun validitas data dalam penelitian ini menggunakanteknik triangulasi sumber dan metode, serta analisis datanya menggunakananalisis interaktif Milles dan Hubberman.Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses pelaksanaan tradisi saparanjolenan di Desa Somongari, Kecamatan Kaligesing, Kabupaten Purworejodilaksanakan setiap dua tahun sekali yaitu pada bulan sapar, hari selasawage/pahing. Tradisi ini dilaksanakan sebagai ungkapan rasa syukurkepadaTuhan Yang Maha Esa atas segala berkah yang telah diberikan, termasukhasil bumi. Pelaksanaan tradisi jolenan dilaksanakan dengan mengarakancak/jolen, menyusuri desa dan dalam pelaksanaan tradisi ini juga menampilkanberbagai kesenian tradisional. Jaringan sosial yang terbentuk dalam tradisi initerdiri dari beberapa aktor dan juga simpul yang saling menghubungkan. Aktortersebut diantaranya yaitu dari Pemerintah Desa, Kecamatan, Kabupaten serta daripaguyuban masyarakat Somongari yang berada di luar kota. Mereka terbentukdalam sebuah jaringan yang tercipta dan di hubungkan dengan tujuan yang samadengan peran masing-masing namun masih saling terkait. Pelaksanaan tradisi inijuga memiliki karakteristik tersendiri yaitu dengan keberadaan kesenian tayubyang harus ada dalam pelaksanaan tradisi jolenan dan didatangkan langsung dariluar daerah. Jaringan sosial yang terbentuk disini memiliki ikatan yang kuat danbersifat menjembatani.Kata Kunci: Jaringan Sosial, Tradisi Jolenan, Masyarakat Desa.
  • xiii,PDF