Al-Zukhruf dalam al-Qur’an (Suatu Kajian Tafsir Maudu’i)

Main Author: Mukhrim BM, Buaidha
Format: Report NonPeerReviewed Book
Bahasa: ind
Terbitan: , 2016
Subjects:
Online Access: http://repositori.uin-alauddin.ac.id/3954/1/BUAIDHA%20MUKHRIM%20BM.pdf
http://repositori.uin-alauddin.ac.id/3954/
Daftar Isi:
  • Kata al-zukhruf pada dasarnya bermakna ‚emas‛ yang kemudian berkembang menjadi ‚perhiasan‛. Hiasan yang dijadikan pula lambang kekayaan dan mampu menyebabkan manusia tertipu dan menjadi lengah. Penelitian ini tergolong dalam penelitian kepustakaan (library research) dengan menggunakan metode penafsiran al-Qur’an dari segi tafsir tematik atau maudu’i. Setelah melakukan penelitian, diperoleh kesimpulan bahwa al-zukhruf dalam al-Qur’an pada umumnya digunakan untuk menyebutkan hiasan yang konkrit atau dapat dijangkau oleh indera manusia. Akan tetapi ketika al-zukhruf bersambung dengan kata al-qaul (ucapan yang dihiasi dengan kebohongan) maka hiasan yang dimaksud adalah hiasan yang abstrak. Digunakan pula untuk menunjukkan perumpamaan kehidupan di dunia ini bagaikan aksesori yang sangat indah ketika dikenakan, akan tetapi keindahan itu akan hilang ketika dilepas dengan kata lain keindahannya bersifat sementara. Mengandung pula makna tipu daya yang dapat mengantarkan kepada kekafiran. Sebab keindahan yang terdapat pada al-zukhruf akan menipu manusia sehingga manusia menjadi lengah. Pengkajian ayat-ayat tentang al-zukhruf ini dapat memberikan pemahaman bahwa derajat seseorang tidak dapat diukur dari banyak sedikitnya kekayaan yang dimiliki, keindahan perhiasan dunia hanyalah tampak lahiriyah yang kekal adalah kehidupan akhirat.