Pengaruh Pengeringan dan Letak Benih dalam Buah Terhadap Viabilitas Benih Pepaya (Carica papaya L.)

Main Author: Naden, Selwa
Other Authors: Haryati, Ginting, Jonatan
Format: Bachelors application/pdf
Bahasa: ind
Terbitan: Universitas Sumatera Utara , 2018
Subjects:
Online Access: https://repositori.usu.ac.id/handle/123456789/9156
Daftar Isi:
  • 110301141
  • SELWA NADEN : Pematahan dormansi benih pepaya (Carica papaya L) yang terbaik terhadap pengeringan Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Teknologi Benih Fakultas Pertanian Universitas Sumatera Utara, Medan pada bulan April 2016 sampai dengan Mei 2016 menggunakan Rancangan Acak Lengkap dengan 2 faktor. Faktor pertama yaitu pengeringan(0, 1, 2, 3, 4) dan faktor kedua yaitu letak benih(pangkal,tengah,dan ujung). Parameter yang diamati adalah kadar air benih, laju perkecambahan,uji daya kecambah (kecambah normal, abnormal, dan benih yang belum tumbuh), indeks vigor, bobot segar kecambah, dan bobot kering kecambah. dan letak benih pada uji viabilitas benih pepaya (Carica papaya L). Dibimbing oleh HARYATI dan JONATAN GINTING. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan pengeringan berpengaruh nyata terhadap seluruh parameter pengamatan. Perlakuan letak benih tidak berpengaruh nyata terhadap seluruh parameter pengamatan. Interaksi antara perlakuan pengeringan dan konsentrasi letak benih berpengaruh tidak nyata terhadap seluruh parameter pengamatan.
  • SELWA NADEN: Fracture seed dormancy papaya (Carica papaya L) is best to drying and location of the seeds on seed viability testing of papaya (Carica papaya L). Supervised by HARYATI and JONATAN GINTING. This research was conducted at the Laboratory of Seed Technology Faculty of Agriculture, University of North Sumatra, Medan in April 2016 until May 2016 using a completely randomized design with two factors. The first factor is drying (0, 1, 2, 3, 4) and the second factor is the location of the seeds (base, middle, and end). The parameters measured were the seed moisture content, germination rate, germination test (germination normal, abnormal, and the seeds are not grown), vigor index, seedling fresh weight and seedling dry weight. The results showed that the drying treatment significantly affected all parameters of observation and the location of seed treatment had no significant effect on all parameters of observation. The interaction between the treatment of seed drying and the location of seed have no real effect on all parameters of observation.