Uji Aktivitas Antiinflamasi Ekstrak Etanol Daun Seledri (Apium graveolens L.) Terhadap Tikus Jantan yang Diinduksi λ-Karagenan
Main Author: | Nasution, Puja Lestari Lisna |
---|---|
Other Authors: | Rosidah |
Format: | Bachelors application/pdf |
Bahasa: | ind |
Terbitan: |
, 2018
|
Subjects: | |
Online Access: |
http://repositori.usu.ac.id/handle/123456789/3918 |
Daftar Isi:
- 121501154
- Non-steroidal antiinflammatory drugs (NSAIDs) is used to reduce pain and inflammation. Long-term use of this drug can caused side effect, so it is necessary to find the safer compunds. Celery is a plant that has antiinflammatory activity. The purpose of this study was to determine the antiinflammatory activity of ethanol extract of celery leaves (EECL) in male rats induced by λ-carrageenan. The steps of the research included celery leaves extraction, phytochemical screening and antiinflammatory activity test of celery leaves ethanol extract with paw edema method using digital pletismometer to see activity of the ethanol extract of celery leaves in restraining the edema volume. Antiinflammatory activity test carried out on test animals were divided into 5 groups with each one numbered 5 male rats. Given the test preparation is a suspension of ethanol extract of celery leaves with various doses of 100, 200 and 400 mg/kg bw. Negative control group were given a blank (Suspension of Na CMC) and a positive control were given Mefenamic Acid 45 mg/kg. The result of phytochemical screening showed that the ethanolic extract of celery leaves contains alkaloid compounds, flavonoids, saponins, tannins, glycosides, and steroids. EECL has antiinflammatory activity with doses of 100 mg/kg bw, 200 mg/kg bw, and 400 mg/kg bw with 39.00%, 56.71%, and 71.55% inhibition. Based on the statistic test, doses of 100 mg/kg bw, 200 mg/kg bw, and 400 mg/kg bw were significantly different with negative control (Na CMC 0.5%) (p≥0.05). But compared with the positive control (Mefenamic Acid 45 mg/kg bw), was significantly different with doses of 100 mg/kg bw and 200 mg/kg bw (p≥0.05), while at dose 400 mg/kg bw was not significantly different (p≤0.05). The result of this research is EECL with dose 400 mg/kg bw has the same antiinflammatory activity with Mefenamic Acid 45 mg/kg bw.
- Obat antiinflamasi non-steroid (AINS) adalah obat yang digunakan untuk meredakan nyeri dan inflamasi. Penggunaan jangka panjang obat golongan ini dapat menimbulkan efek samping yang tidak dikehendaki, sehingga dibutuhkan senyawa yang lebih aman. Seledri merupakan salah satu tumbuhan dengan kandungan senyawa yang dapat berkhasiat sebagai antiinflamasi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui aktivitas antiinflamasi ekstrak etanol daun seledri (EEDS) pada tikus jantan yang diinduksi λ -karagenan. Penelitian ini dilakukan dengan metode eksperimental yang meliputi ekstraksi daun seledri, skrining fitokimia, dan uji aktivitas antiinflamasi ekstrak etanol daun seledri dengan metode Paw edema menggunakan alat alat pletismometer digital untuk melihat kemampuan ekstrak etanol daun seledri dalam menghambat volume edema yang terbentuk. Uji aktivitas antiinflamasi dilakukan terhadap hewan uji yang terbagi atas 5 kelompok dengan masing-masing berjumlah 5 ekor tikus jantan. Sediaan uji yang diberikan adalah suspensi ekstrak etanol daun seledri dengan berbagai dosis yaitu 100, 200 dan 400 mg/kg bb. Kelompok kontrol negatif diberi blanko (suspensi CMC Na 0,5%) dan kontrol positif diberi suspensi Asam Mefenamat 45 mg/kg bb. Data hasil pengujian dianalisis secara statistik menggunakan ANOVA one way dan dilanjutkan dengan uji Tukey. Hasil skrining fitokimia menunjukkan bahwa ekstrak etanol daun seledri mengandung senyawa alkaloid, flavonoid, saponin, tanin, glikosida, dan steroid. EEDS memiliki aktivitas antiinflamasi pada dosis 100 mg/kg bb, 200 mg/kg bb, dan 400 mg/kg bb dengan persen inhibisi radang sebesar 39,00%, 56,71%, dan 71,55%. Berdasarkan hasil uji statistik, dosis 100 mg/kg bb, 200 mg/kg bb, dan 400 mg/kg bb berbeda secara signifikan terhadap kontrol negatif (Na CMC 0,5%) (p≥0,05). Namun jika dibandingkan dengan kontrol positif (Asam Mefenamat 45 mg/kg bb), terdapat perbedaan yang signifikan pada dosis 100 mg/kg bb dan 200 mg/kg bb (p≥0,05), sedangkan pada dosis 400 mg/kg bb tidak terdapat perbedaan yang signifikan (p≤0,05). Hasil yang dapat disimpulkan dari penelitian ini adalah EEDS 400 mg/kg bb memiliki aktivitas antiinflamasi yang sama dengan Asam Mefenamat 45 mg/kg bb.