Pengaruh Umur Penyimpanan Dan Frekuensi Pemutaran Terhadap Daya Tetas, Dan Mortalitas Telur Puyuh (Coturnix coturnix japónica)
Main Author: | Iskandar, Roby |
---|---|
Other Authors: | Saleh, Eniza, Ginting, Nurainah |
Format: | Student Papers |
Bahasa: | ind |
Online Access: |
http://repository.usu.ac.id/handle/123456789/32044 |
Daftar Isi:
- Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Produksi Ternak Unggas Fakultas Pertanian Universitas Sumatera Utara Medan. Berlangsung Kurang lebih satu bulan dimulai tanggal 21 Mei dampai 19 Juni 2002. Metode Penelitian yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) taktonal, terdiri dari dua faktor yang mempunyai 20 perlakuan interaksi dan dua ulangan. Faktor Pertama adalah lama penyimpanan dengan 5 taraf penyimpanan yaitu L3 - 0 hari, L2 = 3 hari, L3 = 6 hari, L4 ~ 9 hari, dan L5 » 12 hari. Faktor kedua adalah frekuensi pemutaran dengan 4 taraf jumlah pemutaran/ hari yaitu Fl = sekali, F2 = 3 kali, F3 = 5 kali, dan F4 - 7 kali. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lama penyimpanan dan frekuensi pemutaran berpengaruh sangat nyata (P < 0,01) terhadap daya tetas dan mortalitas Interaksi antar perlakuan lama penyimpanan dan frekuensi pemutaran berpengaruh tidak nyata terhadap daya tetas dan mortalitas telur Puyuh. Perlakuan lama penyimpanan menunjukkan bahwa daya tetas tertinggi pada perlakuan 1,1 (0 hari) sebesar 94,87% dan mortalitas tertinggi pada perlakuan L5{/2 hari) sebesar 86,5 i%. Perlakuan frekuensi pemutaran menunjukkan bahwa aaya tetas tertinggi pada perlakuan F4 (7 kali) sebesar 74,70% dan mortalitas tertinggi pada perlakuan F1 (sekali) sebesar 63,13%. Interaksi antar perlakuan lama penyimpanan dan frekuensi pemutaran menunjukkan bahwa daya tetas tertinggi pada perlakuan Ll F2 (O hari dan 3 kali), L1F3 (O hari dan 5 kali), L1F4 (O hari dan 7 kali), dan L2F4 (3 hari dan 7 kali) sebesar 100% dan mortalitas tertinggi pada perlakuan L5F1 (12 hari dan sekali), L5F2 (12 liari daa 3 kali), dan L5F3 (12 hari dan 5 kali) sebesar 86,51%.
- 970306033