Pengaruh Tingkat Stres dengan Tingkat Keparahan Akne Vulgaris pada Siswa-Siswi Kelas III SMA Sutomo 2
Main Author: | Tanaka, Johannes |
---|---|
Other Authors: | Lubis, Nova Zairina |
Format: | Bachelors application/pdf |
Bahasa: | ind |
Terbitan: |
Universitas Sumatera Utara
, 2019
|
Subjects: | |
Online Access: |
http://repositori.usu.ac.id/handle/123456789/13559 |
Daftar Isi:
- 150100109
- Latar Belakang. Akne vulgaris adalah penyakit kulit inflamasi kronik unit polisebasea yang sering terjadi pada masa remaja. Patogenesisnya bersifat multifaktorial, dimana salah satu faktornya adalah stres. Selama masa remaja (11-19 tahun) terjadi peningkatan stres secara signifikan. Stres dapat menginduksi pelepasan neuropeptida dan hormon yang mampu mengaktifkan sel-sel yang terlibat dalam patogenesis timbulnya akne vulgaris. Tujuan. Untuk mengetahui tentang pengaruh tingkat stres terhadap tingkat keparahan akne vulgaris Siswa-Siswi Kelas III SMA Sutomo 2. Metode. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian analitik kategorik-kategorik tidak berpasangan dengan metode consecutive sampling pada sampel yang berjumlah 100 orang. Uji tingkat stres dengan menggunakan kuesioner Perceived Stress Scale (PSS) yang telah tervalidasi dan uji tingkat keparahan akne vulgaris dengan melakukan pemeriksaan fisik dibawah supervisi berdasarkan klasifikasi Lehmann. Data yang telah dikumpulkan akan diolah dan dianalisis menggunakan program Statistical Product Service Solution for Windows (SPSS). Kemudian, data dilakukan uji Chi-Square dan uji korelasi Gamma untuk mencari hubungan dua variabel atau lebih datanya. Hasil. Dari hasil analisis menggunakan uji Chi-Square didapatkan nilai p-value = 0,025 (p < 0,05) dan uji korelasi Gamma diperoleh 0,47. Kesimpulan. Berdasarkan hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan antara tingkat stres terhadap tingkat keparahan akne vulgaris pada Siswa-Siswi Kelas III SMA Sutomo 2.
- Introduction. Acne Vulgaris is a chronic inflammatory skin disease caused by polysebaceous unit that often occurs in adolescence. The pathogenesis is multifactorial including stress. There is a significant increase in stress during adolescence (11-19 years). Stress can induce the release of neuropeptides and hormones that are able to activate cells involved in the pathogenesis of acne vulgaris. Aim. This study examines the relationship of stress levels and the severity of acne vulgaris in the last year of high school student (grade 12) Sutomo 2. Method. This study uses a type of non-paired categorical analytic research with consecutive sampling method in a sample of 100 people. Stress levels tested by using a validated Perceived Stress Scale (PSS) questionare and severity of acne vulgaris established by conducting a physical examination under supervision based on Lehmann classification. The collected data will be processed and analyzed using the Statistical Product Service Solution for Windows (SPSS) program. Finally, the Chi-Square test and Gamma coefficient is used to find the relationship between two variables or more data. Results. The results was analyzed using chi-square test which obtained p-value = 0,025 (P < 0,05) and Gamma coefficient is 0,47. Conclusion. Based on the results of this study, it can be concluded that there is a significant influence between stress levels on the severity of acne vulgaris in Class III Sutomo 2 High School Students.