ANALISIS PERBANDINGAN PARAMETER KALIBRASI KAMERA ANTARA PEMOTRETAN TEGAK DENGAN PEMOTRETAN MIRING UNMANNED AERIAL VEHICLE (UAV) PADA AREA KALIBRASI MENGGUNAKAN METODE BUNDLE ADJUSTMENT
Main Author: | Dewangga, Barent |
---|---|
Format: | Book Bachelors |
Bahasa: | ind |
Terbitan: |
ITN Malang
, 2016
|
Subjects: | |
Online Access: |
http://repository.itn.ac.id/repositoryitn/index.php?p=show_detail&id=9074 http://repository.itn.ac.id/repositoryitn/lib/phpthumb/phpThumb.php?src=../../images/docs/Scan_Halaman_Judul_Skripsi_resize.jpg.jpg |
Daftar Isi:
- AbstraksiPerkembangan teknologi UAV menggunakan kamera non-metrik sangat mendukung dalam pekerjaan pemetaan. Akan tetapi, kamera non-metrik yang dimanfaatkan pada wahana UAV memiliki kekurangan yaitu cakupan kecil dan gerakan UAV yang tidak stabil menyebabkan ketidakstabilan pada parameter Interior Orientation (IO). Parameter IO merupakan parameter yang mendefinisikan geometri dari sensor kamera dan lensa pada saat melakukan pengambilan foto. Analisa perbandingan parameter IO terhadap konfigurasi foto tegak, foto miring, foto yang mempunyai model terrain datar, model terrain bukit, foto menggunakan metode Free-Network foto menggunakan metode Controlled. Tujuan dari analisa yaitu mengetahui tren dari parameter kalibrasi kamera terhadap konfigurasi foto tersebut di atas.Penelitian dilakukan di area kalibrasi 2 dan area kalibrasi 3, Kecamatan Lowokwaru, Kabupaten Malang. Hasil pemotretan UAV (foto udara) diolah menggunakan software Australis 6.05 untuk menghasilkan parameter IO. Objek analisa di lapangan diwakili dengan penanda titik-titik di lapangan dalam bentuk retro target. Teknik yang digunakan yaitu teknik Self Calibrating Bundle Adjustment. Hasil analisa menunjukkan range nilai parameter IO (C, Xp, Yp) terhadap pemotretan tegak dan miring antara -0.68703 mm sampai 0.960067 mm, range parameter parameter distorsi (K1, K2, K3, P1, P2, B1, B2) antara -0.00626 mm sampai 0.0044 mm maka disimpulkan perubahan signifikan terjadi pada parameter IO (C, Xp, Yp). Konfigurasi pemotretan tegak dan pemotretan miring berdasarkan Final Value diperoleh fraksi perbedaan nilai antara 0.45635mm sampai 2.309 mm, maka disimpulkan parameter IO mengalami ketidakstabilan (Tidak Stabil). Berdasarkan Final Std. Error, nilai pemotretan tegak sebesar 2.3065 mm dan nilai pemotretan miring sebesar 2.3844 mm, maka disimpulkan konfigurasi pemotretan tegak lebih baik daripada pemotretan miring. Hasil akhir dari penelitian adalah berupa kesimpulan terkait dengan tren perbandingan dan tingkat stabilitas parameter IO terhadap konfigurasi foto.Kata kunci ;Fotogrametri, Unmanned Aerial Vehicle (UAV), Kamera Non-Metrik, Bundle Adjustment, Free-Network, Controlled
- xvi, 107p.:bibl,ill; 30cm