¬¬¬¬¬¬¬¬¬UJI AKTIVITAS ANTIOKSIDAN EKSTRAK DAN FRAKSI KULIT BUAH MANGGIS (Garcinia mangostana L.) MENGGUNAKAN METODE DPPH

Main Authors: Wijayanti, N. P. A. D., Putra, A. A. G. R. Y., Suryantari, I. A. P., Dwiantari, G. A. D.
Format: Article info application/pdf eJournal
Bahasa: eng
Terbitan: Program Studi Kimia FMIPA Universitas Udayana (Program of Study in Chemistry, Faculty of Mathematics and Basic Sciences, Udayana University, Bali, Indonesia , 2018
Online Access: https://ojs.unud.ac.id/index.php/jchem/article/view/37342
https://ojs.unud.ac.id/index.php/jchem/article/view/37342/22645
Daftar Isi:
  • Penelitian mengenai uji aktivitas antioksidan ekstrak dan fraksi kulit buah manggis menggunakan metode DPPH ini bertujuan untuk untuk memperoleh perbandingan nilai IC 50 antara ekstrak dan fraksi sehingga diperoleh aktivitas antioksidan yang optimum serta mengetahui golongan senyawa dari fraksi aktif. Metode yang digunakan untuk fraksinasi adalah kolom kromatografi dengan adalah pelarut bergradien n-hexana: etil asetat (9:1, 8:2, 7:3, 6:4, 5:5, 4:6, 3:7, 2:8, 1:9, 0:10). Uji pendahuluan KLT dilakukan untuk melihat kromatogram yang sama, dengan menggunakan fase gerak kloroform P:metanol (9,5:0,5) v/v sehingga diperoleh fraksi gabungan A(4 dan 5), B(6-14), C(15-22), D(23-36). Profil KLT–bioautografi aktivitas antioksidan digambarkan dengan semua spot berwarna kuning dengan latar belakang ungu dan terdapat 3 spot pada ekstrak dan fraksi A, B, dan C sedangkan 2 spot pada fraksi D. Kemudian masing-masing fraksi aktif dan ekstrak ditentukan nilai IC50 menggunakan metode DPPH. Hasil analisa data menujukkan ekstrak dan fraksi A, B, C, D menunjukkan aktivitas antioksidan dengan nilai IC50 berturut-turut adalah 27,51 μg/mL, 22,46 μg/mL, 22,72/mL, 10,71 μg/mL, 15,71μg/mL. Fraksi C merupakan fraksi yang memiliki aktivitas lebih kuat jika dibandingkan dengan ekstrak dan fraksi lainnya dengan kandungan kimia flavonoid dan polifenol yang mampu meredam radikal bebas DPPH.