Peranan Sistem Informasi Akuntansi Pembelian Dalam Menunjang Efektivitas Pengendalian Internal Atas Pembelian Bahan Baku (Studi Kasus pada PT. Indra Jaya)
Daftar Isi:
- Titik awal dari kegiatan suatu perusahaan pada umumnya terletak pada kegiatan pembelian terutama pembelian bahan baku. Kegiatan pembelian merupakan dasar dari proses produksi untuk menghasilkan suatu produk. Apabila pembelian bahan baku terhambat maka proses produksi belum dapat berjalan. Pembelian bahan baku akan menghasilkan pendapatan untuk digunakan dalam proses untuk menghasilkan produk selanjutnya melalui proses produksi. Jumlah persediaan yang tidak efisien dapat mengganggu likuiditas operasi perusahaan. Berdasarkan gambaran tersebut jelaslah bahwa kegiatan pembelian memegang peran penting dalam setiap perusahaan sehingga dibutuhkan sistem informasi akuntansi pembelian. Sitem informasi akuntansi yang memadai dapat menjadi alat bantu bagi manajemen dalam menyediakan informasi yang cepat, tepat dan dapat dipercaya. Untuk mengurangi atau mengatasi kecurangan yang terjadi yang dapat merugikan perusahaan, maka dalam pelaksanaan pembelian perlu adanya pengendalian intern yang memadai. Pengendalian intern yang memadai diharapkan dapat membantu pimpinan dalam menjaga keamanan harta perusahaan, mencegah serta menemukan kesalahan dan penggelapan-penggelapan yang dapat merugikan perusahaan. Dalam penelitian yang dilakukan terhadap PT INDRA JAYA, penulis merumuskan hipotesis yaitu “Sistem informasi akuntansi pembelian yang dilaksanakan dengan memadai dapat berperan dalam menunjang efektivitas pengendalian internal atas pembelian bahan baku”. PT INDRA JAYA adalah sebuah perusahaan yang memproduksi kasur springbed. Berdasarkan penelitian yang penulis lakukan, ternyata sistem informasi akuntansi pembelian bahan baku yang terdapat pada PT INDRA JAYA belum dilaksanakan secara memadai, sehingga kurang berperan dalam menunjang efektivitas pengendalian internal atas pembelian bahan baku. Hal ini terlihat dari adanya perangkapan tugas dan formulir-formulir pembelian bahan baku yang diisi secara manual yang belum memiliki pengendalian internal yang memadai. Oleh karena itu dapat disimpulkan bahwa hipotesis yang penulis ungkapkan tidak dapat diterima.