Daftar Isi:
  • Salah satu cara terbaik untuk memproteksi data adalah dengan mengenkripsi data dengan menggunakan sebuah kunci, tetapi ketika kunci tersebut telah hilang, maka data tersebut dapat dengan bebas disalahgunakan. Dalam watermarking, citra watermark yang menunjukkan informasi kepemilikan disisipkan kedalam data (citra host), dan terintegrasi dengan data itu sendiri. Pada Tugas Akhir ini dibuat digital watermarking menggunakan teknik Discrete Cosine Transform (DCT). Dalam metode yang direalisasikan, watermark biner dapat disisipkan ke dalam citra berwarna digital. Mula mula citra berwarna digital ditransformasi ke dalam komponen warna YCbCr. Komponen luminansi (Y) dibagi ke dalam sub blok ukuran 8x8, lalu dilakukan DCT pada tiap sub blok tersebut. Koefisien frekuensi menengah pada sub blok DCT komponen luminansi digunakan untuk penyisipan watermark. Tiap bit citra watermark disisipkan ke dalam sub blok DCT. Hasil percobaan menunjukkan nilai MOS berada pada skala penilaian baik yaitu sama dengan citra asli dan PSNR diatas 39dB. Watermark yang disisipkan pada citra umumnya tahan terhadap pemrosesan citra berupa kompresi (Q =30, 50, dan 80) , scaling (75% dan 200%) ,median filtering (3x3), sharpening (60%, 80%, dan 100%). Watermark tidak tahan terhadap median filtering (5x5 dan 7x7),rotasi (15°, 45°, dan 90°), cropping (25%, 50%, dan 75%), dan scalling (90%).