Analisis Kinerja Kelembagaan Tata Niaga Pasak Bumi (Eurycoma Longifolia Jack) Yang Berkelanjutan Di Kabupaten Kubu Raya Dan Kota Pontianak, Kalimantan Barat
Main Authors: | Kartikawati, SM, Zuhud, Ervizal A.M, Hikmat, Agus, Kartodihardjo, Hariadi |
---|---|
Other Authors: | Puslitbang Perubahan Iklim dan Kebijakan |
Format: | Article info eJournal |
Bahasa: | eng |
Terbitan: |
Pusat Penelitian dan Pengembangan Sosial, Ekonomi, Kebijakan dan Perubahan Iklim
, 2015
|
Subjects: | |
Online Access: |
http://ejournal.forda-mof.org/ejournal-litbang/index.php/JPSE/article/view/690 http://ejournal.forda-mof.org/ejournal-litbang/index.php/JPSE/article/view/690/675 |
ctrlnum |
--ejournal.forda-mof.org-ejournal-litbang-index.php-index-oai:article-690 |
---|---|
fullrecord |
<?xml version="1.0"?>
<dc schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/ http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd"><title lang="en-US">Analisis Kinerja Kelembagaan Tata Niaga Pasak Bumi (Eurycoma Longifolia Jack) Yang Berkelanjutan Di Kabupaten Kubu Raya Dan Kota Pontianak, Kalimantan Barat</title><creator>Kartikawati, SM</creator><creator>Zuhud, Ervizal A.M</creator><creator>Hikmat, Agus</creator><creator>Kartodihardjo, Hariadi</creator><subject lang="en-US"/><subject lang="en-US">Eurycoma longifolia Jack (pasak bumi), kelembagaan tata niaga, patron- klien</subject><description lang="en-US">Pasak bumi (Eurycoma longifolia Jack.) merupakan salah satu hasil hutan bukan kayu yang aktif diperdagangkan di Kalimantan Barat. Bentuk kelembagaan tata niaga pasak bumi ini mempunyai karakteristik tersendiri sesuai dengan kondisi alam dimana pasak bumi tersebut diusahakan. Adanya hubungan saling ketergantungan antara pemungut dan pedagang perantara melahirkan pemahaman tentang kelembagaan tata niaga pasak bumi. Tujuan utama dari penelitian ini adalah menganalisis bentuk kelembagaan tata niaga pasak bumi. Tujuan khusus penelitian ini adalah : (1) menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi kelembagaan tata niaga pasak bumi, dan (2) menganalisis keterkaitan karakteristik kelembagaan tata niaga pasak bumi dengan perilaku pemungut dan pedagang pasak bumi. Penelitian dilaksanakan di Kabupaten Kubu Raya dan Kota Pontianak, Provinsi Kalimantan Barat. Pengumpulan data primer dan sekunder dilakukan dengan observasi dan wawancara mendalam. Analisis data menggunakan kerangka analisis pengembangan institusi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bentuk kelembagaan tata niaga pasak bumi adalah patron-klien. Rendahnya aksesibilitas, informasi pasar yang tidak seimbang, keterbatasan modal dan tingginya nilai pasak bumi merupakan faktor-faktor yang menentukan terbentuknya kelembagaan tata niaga. Besarnya margin keuntungan tiap pelaku tidak merata, hasil analisis menunjukkan margin keuntungan terbesar adalah pedagang di kota.</description><publisher lang="en-US">Pusat Penelitian dan Pengembangan Sosial, Ekonomi, Kebijakan dan Perubahan Iklim</publisher><contributor lang="en-US">Puslitbang Perubahan Iklim dan Kebijakan</contributor><date>2015-06-01</date><type>Journal:Article</type><type>Other:info:eu-repo/semantics/publishedVersion</type><type>Other:</type><type>Other:</type><identifier>http://ejournal.forda-mof.org/ejournal-litbang/index.php/JPSE/article/view/690</identifier><identifier>10.20886/jsek.2014.11.2.153-164</identifier><source lang="en-US">Jurnal Penelitian Sosial dan Ekonomi Kehutanan; Vol 11, No 2 (2014): Jurnal Penelitian Sosial dan Ekonomi Kehutanan; 153-164</source><source lang="id-ID">Jurnal Penelitian Sosial dan Ekonomi Kehutanan; Vol 11, No 2 (2014): Jurnal Penelitian Sosial dan Ekonomi Kehutanan; 153-164</source><source>2502-4221</source><source>1979-6013</source><language>eng</language><relation>http://ejournal.forda-mof.org/ejournal-litbang/index.php/JPSE/article/view/690/675</relation><rights lang="en-US">Copyright (c) 2015 Jurnal Penelitian Sosial dan Ekonomi Kehutanan</rights><recordID>--ejournal.forda-mof.org-ejournal-litbang-index.php-index-oai:article-690</recordID></dc>
|
language |
eng |
format |
Journal:Article Journal Other:info:eu-repo/semantics/publishedVersion Other Other: Journal:eJournal |
author |
Kartikawati, SM Zuhud, Ervizal A.M Hikmat, Agus Kartodihardjo, Hariadi |
author2 |
Puslitbang Perubahan Iklim dan Kebijakan |
title |
Analisis Kinerja Kelembagaan Tata Niaga Pasak Bumi (Eurycoma Longifolia Jack) Yang Berkelanjutan Di Kabupaten Kubu Raya Dan Kota Pontianak, Kalimantan Barat |
publisher |
Pusat Penelitian dan Pengembangan Sosial, Ekonomi, Kebijakan dan Perubahan Iklim |
publishDate |
2015 |
topic |
Eurycoma longifolia Jack (pasak bumi) kelembagaan tata niaga patron- klien |
url |
http://ejournal.forda-mof.org/ejournal-litbang/index.php/JPSE/article/view/690 http://ejournal.forda-mof.org/ejournal-litbang/index.php/JPSE/article/view/690/675 |
contents |
Pasak bumi (Eurycoma longifolia Jack.) merupakan salah satu hasil hutan bukan kayu yang aktif diperdagangkan di Kalimantan Barat. Bentuk kelembagaan tata niaga pasak bumi ini mempunyai karakteristik tersendiri sesuai dengan kondisi alam dimana pasak bumi tersebut diusahakan. Adanya hubungan saling ketergantungan antara pemungut dan pedagang perantara melahirkan pemahaman tentang kelembagaan tata niaga pasak bumi. Tujuan utama dari penelitian ini adalah menganalisis bentuk kelembagaan tata niaga pasak bumi. Tujuan khusus penelitian ini adalah : (1) menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi kelembagaan tata niaga pasak bumi, dan (2) menganalisis keterkaitan karakteristik kelembagaan tata niaga pasak bumi dengan perilaku pemungut dan pedagang pasak bumi. Penelitian dilaksanakan di Kabupaten Kubu Raya dan Kota Pontianak, Provinsi Kalimantan Barat. Pengumpulan data primer dan sekunder dilakukan dengan observasi dan wawancara mendalam. Analisis data menggunakan kerangka analisis pengembangan institusi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bentuk kelembagaan tata niaga pasak bumi adalah patron-klien. Rendahnya aksesibilitas, informasi pasar yang tidak seimbang, keterbatasan modal dan tingginya nilai pasak bumi merupakan faktor-faktor yang menentukan terbentuknya kelembagaan tata niaga. Besarnya margin keuntungan tiap pelaku tidak merata, hasil analisis menunjukkan margin keuntungan terbesar adalah pedagang di kota. |
id |
IOS3429.--ejournal.forda-mof.org-ejournal-litbang-index.php-index-oai:article-690 |
institution |
Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia |
institution_id |
475 |
institution_type |
library:special library |
library |
Perpustakaan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI |
library_id |
121 |
collection |
Indonesian Journal of Forestry Research |
repository_id |
3429 |
subject_area |
Kehutanan Lingkungan Pertanian |
city |
BOGOR |
province |
JAWA BARAT |
repoId |
IOS3429 |
first_indexed |
2016-09-28T01:14:43Z |
last_indexed |
2017-07-11T02:43:54Z |
recordtype |
dc |
merged_child_boolean |
1 |
_version_ |
1800764916596998144 |
score |
17.13294 |