ANATOMI DAN KUALITAS SERAT TUJUH JENIS KAYU KURANG DIKENAL DARI JAWA BARAT

Main Author: Krisdianto, Krisdianto
Other Authors: Pusat Litbang Hasil Hutan
Format: Article info application/pdf eJournal
Bahasa: ind
Terbitan: Pusat Penelitian dan Pengembangan Hasil Hutan , 2017
Subjects:
Online Access: http://ejournal.forda-mof.org/ejournal-litbang/index.php/JPHH/article/view/4019
http://ejournal.forda-mof.org/ejournal-litbang/index.php/JPHH/article/view/4019/3522
ctrlnum --ejournal.forda-mof.org-ejournal-litbang-index.php-index-oai:article-4019
fullrecord <?xml version="1.0"?> <dc schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/ http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd"><title lang="id-ID">ANATOMI DAN KUALITAS SERAT TUJUH JENIS KAYU KURANG DIKENAL DARI JAWA BARAT</title><creator>Krisdianto, Krisdianto</creator><subject lang="id-ID">Kayu kurang dikenal; anatomi identifikasi; serat</subject><description lang="id-ID">Salah satu alternatif sumber bahan baku kayu untuk industri perkayuan nasional adalah memanfaatkan kayu dari hutan tanaman dan menggunakan kayu dari jenis yang kurang dikenal. Dalam pemanfaatan kayu kurang dikenal diperlukan informasi struktur anatomi dan kualitas seratnya untuk keperluan pengenalan jenis dan pemanfaatannya sebagai pulp dan kertas.Untuk keperluan identifikasi, ciri utama dari ketujuh jenis tersebut adalah:Kayu Hymenaea courbaril, berwarna agak kemerahan dengan corak bergaris-garis, memiliki susunan parenkim bersayap dan lingkaran tumbuh yang dibentuk oleh parenkim pita konsentris.Kayu Tamarindus indica keras, berwarna kuning keputihan. Parenkim bersayap dan lingkaran tumbuh dibentuk oleh parenkim pita konsentris dan adanya lapisan yang tidak berpembuluh.Kayu Ehretia accuminata agak lunak dengan warna coklat pucat dengan pembuluh membentuk susunan pori tata lingkar.Kayu Litsea odorifera agak lunak dengan warna coklat kekuningan, dengan bau yang khas. Parenkimnya selbung sebagian dan parenkim pita konsentris. Terdapat sel minyak.Kayu Colona javanica keras dengan warna coklat agak kemerahan. Jari-jarinya memiliki 2 macam ukuran, parenkim berkelompok membentuk garis-garis pendek antar jari-jari.Kayu Melicope lunu-ankenda keras, berwarna kuning pucat. Parenkim paratrakea bentuk sayap yang bergabung membentuk garis konsentris yang tidak terputus, seperti berlapis-lapis diluar lingkaran tumbuh.Kayu Pouteria duclitan keras, berwarna putih kekuningan. Parenkim tersusun bentuk jala dan pembuluhnya ganda radia 2 6 (9) sel.Kualitas serat dari ketujuh jenis kayu yang dipelajari termasuk dalam kelas kualitas II dan III untuk produk pulp dan kertas. Kayu marasi, kendal, huru gading dan sampora termasuk dalam kelas kualitas II, sedangkan kayu asam jawa, ki sampang dan nyatu termasuk dalam kelas kualitas III.&#xA0;</description><publisher lang="id-ID">Pusat Penelitian dan Pengembangan Hasil Hutan</publisher><contributor lang="id-ID">Pusat Litbang Hasil Hutan</contributor><date>2017-09-04</date><type>Journal:Article</type><type>Other:info:eu-repo/semantics/publishedVersion</type><type>Other:</type><type>Other:</type><type>File:application/pdf</type><identifier>http://ejournal.forda-mof.org/ejournal-litbang/index.php/JPHH/article/view/4019</identifier><identifier>10.20886/jphh.2005.23.4.259-282</identifier><source lang="en-US">Journal of Forest Products Research; Vol 23, No 4 (2005): Jurnal Penelitian Hasil Hutan; 259-282</source><source lang="id-ID">Jurnal Penelitian Hasil Hutan; Vol 23, No 4 (2005): Jurnal Penelitian Hasil Hutan; 259-282</source><source>2442-8957</source><source>0216-4329</source><language>ind</language><relation>http://ejournal.forda-mof.org/ejournal-litbang/index.php/JPHH/article/view/4019/3522</relation><rights lang="en-US">Copyright (c) 2017 Journal of Forest Products Research</rights><rights lang="en-US">http://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0</rights><recordID>--ejournal.forda-mof.org-ejournal-litbang-index.php-index-oai:article-4019</recordID></dc>
language ind
format Journal:Article
Journal
Other:info:eu-repo/semantics/publishedVersion
Other
Other:
File:application/pdf
File
Journal:eJournal
author Krisdianto, Krisdianto
author2 Pusat Litbang Hasil Hutan
title ANATOMI DAN KUALITAS SERAT TUJUH JENIS KAYU KURANG DIKENAL DARI JAWA BARAT
publisher Pusat Penelitian dan Pengembangan Hasil Hutan
publishDate 2017
topic Kayu kurang dikenal
anatomi identifikasi
serat
url http://ejournal.forda-mof.org/ejournal-litbang/index.php/JPHH/article/view/4019
http://ejournal.forda-mof.org/ejournal-litbang/index.php/JPHH/article/view/4019/3522
contents Salah satu alternatif sumber bahan baku kayu untuk industri perkayuan nasional adalah memanfaatkan kayu dari hutan tanaman dan menggunakan kayu dari jenis yang kurang dikenal. Dalam pemanfaatan kayu kurang dikenal diperlukan informasi struktur anatomi dan kualitas seratnya untuk keperluan pengenalan jenis dan pemanfaatannya sebagai pulp dan kertas.Untuk keperluan identifikasi, ciri utama dari ketujuh jenis tersebut adalah:Kayu Hymenaea courbaril, berwarna agak kemerahan dengan corak bergaris-garis, memiliki susunan parenkim bersayap dan lingkaran tumbuh yang dibentuk oleh parenkim pita konsentris.Kayu Tamarindus indica keras, berwarna kuning keputihan. Parenkim bersayap dan lingkaran tumbuh dibentuk oleh parenkim pita konsentris dan adanya lapisan yang tidak berpembuluh.Kayu Ehretia accuminata agak lunak dengan warna coklat pucat dengan pembuluh membentuk susunan pori tata lingkar.Kayu Litsea odorifera agak lunak dengan warna coklat kekuningan, dengan bau yang khas. Parenkimnya selbung sebagian dan parenkim pita konsentris. Terdapat sel minyak.Kayu Colona javanica keras dengan warna coklat agak kemerahan. Jari-jarinya memiliki 2 macam ukuran, parenkim berkelompok membentuk garis-garis pendek antar jari-jari.Kayu Melicope lunu-ankenda keras, berwarna kuning pucat. Parenkim paratrakea bentuk sayap yang bergabung membentuk garis konsentris yang tidak terputus, seperti berlapis-lapis diluar lingkaran tumbuh.Kayu Pouteria duclitan keras, berwarna putih kekuningan. Parenkim tersusun bentuk jala dan pembuluhnya ganda radia 2 6 (9) sel.Kualitas serat dari ketujuh jenis kayu yang dipelajari termasuk dalam kelas kualitas II dan III untuk produk pulp dan kertas. Kayu marasi, kendal, huru gading dan sampora termasuk dalam kelas kualitas II, sedangkan kayu asam jawa, ki sampang dan nyatu termasuk dalam kelas kualitas III.
id IOS3429.--ejournal.forda-mof.org-ejournal-litbang-index.php-index-oai:article-4019
institution Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia
institution_id 475
institution_type library:special
library
library Perpustakaan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI
library_id 121
collection Indonesian Journal of Forestry Research
repository_id 3429
subject_area Kehutanan
Lingkungan
Pertanian
city BOGOR
province JAWA BARAT
repoId IOS3429
first_indexed 2017-09-10T00:57:42Z
last_indexed 2017-09-10T00:57:42Z
recordtype dc
merged_child_boolean 1
_version_ 1800763736820023296
score 17.13294