KETERGANTUNGAN MASYARAKAT TERHADAP KAWASAN TAMAN NASIONAL KERINCI SEBLAT PASCA PELAKSANAAN KEGIATAN KONSERVASI TERPADU

Main Authors: Rahmat, Mamat, Helmi, Helmi, Syahni, Rahmat
Format: Article info application/pdf eJournal
Bahasa: eng
Terbitan: Pusat Penelitian dan Pengembangan Sosial, Ekonomi, Kebijakan dan Perubahan Iklim , 2017
Subjects:
Online Access: http://ejournal.forda-mof.org/ejournal-litbang/index.php/JPSE/article/view/2732
http://ejournal.forda-mof.org/ejournal-litbang/index.php/JPSE/article/view/2732/1990
ctrlnum --ejournal.forda-mof.org-ejournal-litbang-index.php-index-oai:article-2732
fullrecord <?xml version="1.0"?> <dc schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/ http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd"><title lang="en-US">KETERGANTUNGAN MASYARAKAT TERHADAP KAWASAN TAMAN NASIONAL KERINCI SEBLAT PASCA PELAKSANAAN KEGIATAN KONSERVASI TERPADU</title><creator>Rahmat, Mamat</creator><creator>Helmi, Helmi</creator><creator>Syahni, Rahmat</creator><subject lang="en-US">Program Konservasi dan Pembangunan Terpadu; Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS); Ketergantungan masyarakat lokal.</subject><description lang="en-US">Penelitian ini dimaksudkan untuk menganalisis dampak dari pelaksanaan program Integrated Conservation and Development Project (ICDP) pada kawasan Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS). Program ICDP dalam pengelolaan TNKS telah dimulai sejak tahun 1998 dan berakhir pada tahun 2002. Pertanyaan utama yang diajukan adalah apakah pelaksanaan program ICDP dapat mengurangi ketergantungan masyarakat terhadap sumberdaya di dalam kawasan TNKS dan sejauh mana pengaruh program ICDP serta faktor faktor-faktor sosial ekonomi lainnya terhadap pendapatan masyarakat, baik pendapatan dari sumberdaya di dalam kawasan TNKS maupun pendapatan dari luar kawasan TNKS sebagai alternatif pola pengembangan kedepan.&#xA0;Penelitian ini dilaksanakan di Desa Napal Licin dan Desa Pulau Kidak, Kecamatan Ulu Rawas, Kabupaten Musi Rawas, Propinsi Sumatera Selatan yang termasuk desa-desa penyangga TNKS. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa program ICDP tidak dapat menurunkan ketergantungan masyarakat terhadap kawasan TNKS, terutama terhadap lahan perladangan. Pelaksanaan program ICDP belum mampu menurunkan pendapatan masyarakat dari dalam kawasan TNKS, disamping itu juga belum mampu meningkatkan pendapatan masyarakat dari luar kawasan TNKS. Dalam rangka melaksanakan kegiatan konservasi TNKS, maka kegiatan perladangan di dalam kawasan TNKS harus dihentikan. Sebagai kompensasinya disarankan untuk meningkatkan akses masyarakat dalam pemanfaatan zona pemanfaatan khusus TNKS secara legal sebagai alternatif mata pencaharian masyarakat yang tidak mengakibatkan kerusakan kawasan TNKS tetapi memiliki nilai ekonomi tinggi.&#xA0; Pola penanaman karet secara tradisional (non intensif) pada zona pemanfaatan khusus merupakan pilihan yang lebih baik dalam rangka pelestarian kawasan TNKS dan sekaligus meningkatkan pendapatan masyarakat lokal.</description><publisher lang="en-US">Pusat Penelitian dan Pengembangan Sosial, Ekonomi, Kebijakan dan Perubahan Iklim</publisher><contributor lang="en-US"/><date>2017-03-07</date><type>Journal:Article</type><type>Other:info:eu-repo/semantics/publishedVersion</type><type>Other:</type><type>File:application/pdf</type><identifier>http://ejournal.forda-mof.org/ejournal-litbang/index.php/JPSE/article/view/2732</identifier><identifier>10.20886/jsek.2006.3.3.191-204</identifier><source lang="en-US">Jurnal Penelitian Sosial dan Ekonomi Kehutanan; Vol 3, No 3 (2006): Jurnal Penelitian Sosial dan Ekonomi Kehutanan; 191-204</source><source lang="id-ID">Jurnal Penelitian Sosial dan Ekonomi Kehutanan; Vol 3, No 3 (2006): Jurnal Penelitian Sosial dan Ekonomi Kehutanan; 191-204</source><source>2502-4221</source><source>1979-6013</source><language>eng</language><relation>http://ejournal.forda-mof.org/ejournal-litbang/index.php/JPSE/article/view/2732/1990</relation><rights lang="en-US">Copyright (c) 2017 Jurnal Penelitian Sosial dan Ekonomi Kehutanan</rights><rights lang="en-US">http://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0</rights><recordID>--ejournal.forda-mof.org-ejournal-litbang-index.php-index-oai:article-2732</recordID></dc>
language eng
format Journal:Article
Journal
Other:info:eu-repo/semantics/publishedVersion
Other
Other:
File:application/pdf
File
Journal:eJournal
author Rahmat, Mamat
Helmi, Helmi
Syahni, Rahmat
title KETERGANTUNGAN MASYARAKAT TERHADAP KAWASAN TAMAN NASIONAL KERINCI SEBLAT PASCA PELAKSANAAN KEGIATAN KONSERVASI TERPADU
publisher Pusat Penelitian dan Pengembangan Sosial, Ekonomi, Kebijakan dan Perubahan Iklim
publishDate 2017
topic Program Konservasi dan Pembangunan Terpadu
Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS)
Ketergantungan masyarakat lokal
url http://ejournal.forda-mof.org/ejournal-litbang/index.php/JPSE/article/view/2732
http://ejournal.forda-mof.org/ejournal-litbang/index.php/JPSE/article/view/2732/1990
contents Penelitian ini dimaksudkan untuk menganalisis dampak dari pelaksanaan program Integrated Conservation and Development Project (ICDP) pada kawasan Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS). Program ICDP dalam pengelolaan TNKS telah dimulai sejak tahun 1998 dan berakhir pada tahun 2002. Pertanyaan utama yang diajukan adalah apakah pelaksanaan program ICDP dapat mengurangi ketergantungan masyarakat terhadap sumberdaya di dalam kawasan TNKS dan sejauh mana pengaruh program ICDP serta faktor faktor-faktor sosial ekonomi lainnya terhadap pendapatan masyarakat, baik pendapatan dari sumberdaya di dalam kawasan TNKS maupun pendapatan dari luar kawasan TNKS sebagai alternatif pola pengembangan kedepan. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Napal Licin dan Desa Pulau Kidak, Kecamatan Ulu Rawas, Kabupaten Musi Rawas, Propinsi Sumatera Selatan yang termasuk desa-desa penyangga TNKS. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa program ICDP tidak dapat menurunkan ketergantungan masyarakat terhadap kawasan TNKS, terutama terhadap lahan perladangan. Pelaksanaan program ICDP belum mampu menurunkan pendapatan masyarakat dari dalam kawasan TNKS, disamping itu juga belum mampu meningkatkan pendapatan masyarakat dari luar kawasan TNKS. Dalam rangka melaksanakan kegiatan konservasi TNKS, maka kegiatan perladangan di dalam kawasan TNKS harus dihentikan. Sebagai kompensasinya disarankan untuk meningkatkan akses masyarakat dalam pemanfaatan zona pemanfaatan khusus TNKS secara legal sebagai alternatif mata pencaharian masyarakat yang tidak mengakibatkan kerusakan kawasan TNKS tetapi memiliki nilai ekonomi tinggi. Pola penanaman karet secara tradisional (non intensif) pada zona pemanfaatan khusus merupakan pilihan yang lebih baik dalam rangka pelestarian kawasan TNKS dan sekaligus meningkatkan pendapatan masyarakat lokal.
id IOS3429.--ejournal.forda-mof.org-ejournal-litbang-index.php-index-oai:article-2732
institution Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia
institution_id 475
institution_type library:special
library
library Perpustakaan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI
library_id 121
collection Indonesian Journal of Forestry Research
repository_id 3429
subject_area Kehutanan
Lingkungan
Pertanian
city BOGOR
province JAWA BARAT
repoId IOS3429
first_indexed 2017-07-11T02:43:54Z
last_indexed 2017-07-11T02:43:54Z
recordtype dc
merged_child_boolean 1
_version_ 1800764918634381312
score 17.13294