Strategi Pengembangan Komoditas Pinang Berkelanjutan Berdasarkan Evaluasi Kesesuaian Lahan Di Kecamatan Mollo Utara, Kabupaten Timor Tengah Selatan

Main Author: oematan, oskar krisantus
Other Authors: Prijo Soetedjo, dosen pasca sarjana universitas nusa cendana
Format: Article info application/pdf eJournal
Bahasa: ind
Terbitan: Balai Penelitian Dan Pengembangan Teknologi Hasil Hutan Bukan Kayu , 2020
Subjects:
Online Access: http://ejournal.forda-mof.org/ejournal-litbang/index.php/JPKF/article/view/5441
http://ejournal.forda-mof.org/ejournal-litbang/index.php/JPKF/article/view/5441/4996
http://ejournal.forda-mof.org/ejournal-litbang/index.php/JPKF/article/downloadSuppFile/5441/601
Daftar Isi:
  • AbstrakKecamatan Mollo Utara merupakan salah satu daerah penghasil pinang di Kabupaten TTS. Pinang memiliki nilai ekonomi dan jasa lingkungan yang tinggi, namun masyarakat belum membudidayakan tanaman pinang secara intensif. Agar ketersediaan tanaman pinang ini selalu terjaga, maka diperlukan upaya pemberdayaan masyarakat serta perencanaan tataguna lahan sesuai kriteria tumbuh tanaman (biogeofisik), aspek spasial (tata ruang), ketersediaan lahan dan aspek sosial ekonomi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peluang pengembangan tanaman pinang berdasarkan kondisi fisik lahan, vegetasi dan sosial ekonomi. Metodologi yang digunakan dalam penelitian ini meliputi variabel biogiofisik dengan analisis kesesuaian lahan berdasarkan prosedur evaluasi lahan Food and Agriculture Organization (FAO), variabel vegetasi menggunakan rumus indeks keanekaragaman Shannon, variabel ekonomi dengan pendekatan TEV (Total Economy Value) dan strategi pengembangan tanaman pinang secara berkelanjutan melalui analisis SWOT. Hasil penelitian menunjukan nilai ekonomi total pinang Rp 12.630.000/pohon/tahun, indeks keanekaragaman H’ pohon memiliki tingkat keanekaragaman jenis yang tinggi (3,35), sedangkan untuk tingkat pertumbuhan semai (2,24), pancang (2,54) dan tiang (1,73) termasuk dalam golongan sedang. Berdasarkan peta kelas kesesuaian lahan pinang, diperoleh luasan kelas S1 (4079.12 ha atau 43,15%), kelas S2 (3017.98 ha atau 31,93%), kelas S3 (1594.94 ha atau 16,87%) dan kelas N (760.52 ha atau 8,05%). Strategi pengembangan pinang berdasarkan analisis SWOT adalah strategi strength opportunity (SO), dimana strategi ini memanfaatkan kekuatan dan peluang untuk mengembangkan pinang dengan mengembangkan vegetasi yang ada melalui penanaman pinang, dan meningkatkan peran pemerintah dalam pengembangan pinang sehingga tercapai pengelolaan pinang yang berkelanjutan.Kata kunci: Pinang, tataguna lahan, ekonomi, lingkungan, keberlanjutan, Mollo Utara.