Pengaruh Pemberian Ekstrak Buah Delima Tersrandar 40% Ellagic Acid Terhadap Sel Mukosa Rongga Mulut Mencit Yang Mengalami Transformasi Ke Karsinoma Sel Skuamosa Akibat Induksi Benzopirene
Main Author: | Sri Hernawati |
---|---|
Terbitan: |
FKG'13
, 2015
|
Subjects: | |
Online Access: |
http://repository.unej.ac.id/handle/123456789/61212 |
Daftar Isi:
- Info lebih lanjut hub: Lembaga Penelitian Universitas Jember Jl. Kalimantan No.37 Telp. 0331-339385 Fax. 0331-337818 Jember
- Tumor ganas rongga mulut adalah tumor yang tumbuhnya cepat, infiltrasi ke jaringan sekitarnya. Peningkatan kanker rongga mulut pada laki – laki dijumpai 20.000 kasus setiap tahunnya, pada wanita sekitar 10,000 kasus setiap tahunnya. Lebih dari 80% kasus kanker rongga mulut adalah karsinoma sel skuamosa. Karsinoma sel skuamosa adalah kanker yang berasal dari jaringan epitel .Pada kasus yang bermetastasis luas, sekitar 30 -65 % pasien meninggal dunia dalam waktu 5 tahun. Berbagai upaya penatalaksanaan penyakit kanker masih banyak menemui kendala, termasuk radiologi dan kemoterapi , menimbulkan efek samping dapat membunuh sel yang normal . Buah delima mudah di dapat dan harganya murah . Ellagic acid (EA) senyawa tunggal bahan aktif dari whole ekstrak buah delima (PGL) memiliki aktivitas sebagai anti kanker secara invitro tetapi ellagic acid (EA) aktivitas dan konsentrasinya dalam plasma rendah , kelarutan dalam air rendah , metabolisme (EA) tidak larut dalam intestinal. Fakta ini mendorong peneliti untuk membandingkan dengan PGL yang terdiri dari beberapa senyawa bahan aktif, tidah hanya ellagic acid . Tujuan penelitian ini membandingkan antara EA, senyawa tunggal pada PGL dengan PGL dalam meningkatkan apoptosis . Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimental laboratories,32 ekor mencit (Balb/c), jantan,umur 5 bulan dibagi secara random menjadi 4 kelompok; 2 kelompok kontrol (K0; tidak dipapar benzopirene dan tidak diberi perlakuan, K1; dipapar benzopirene dan tidak diberi perlakuan ), 2 kelompok perlakuan (P1; dipapar benzopirene dan diberi EA, P2; dipapar benzopirene dan diberi PGL. Pemeriksaan dengan menggunakan teknik tunnel assay. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian PGL dapat meningkatkan apoptosis sel ganas mukosa rongga mulut mencit lebih tinggi EA . Kesimpulan penelitian ini adalah pemberian PGL dapat membunuh sel ganas pada rongga mulut mencit dengan jalan meningkatkan apoptosis lebih tinggi dibandingkan pemberian EA.