UJI KEMAMPUAN GUANO SEBAGAI AGEN PENGKHELAT LOGAM Pb DAN Cu PADA TANAH TERCEMAR

Main Author: Yunita Rizki Azizah
Format: Lainnya
Terbitan: , 2014
Subjects:
Online Access: http://repository.unej.ac.id/handle/123456789/60040
Daftar Isi:
  • Hasil penelitian menyebutkan bahwa tidak terjadi interaksi antara guano dengan logam. Pada uji Duncan 5% menunjukkan pemberian dosis guano dan perlakuan logam berbeda tidak nyata. Nilai persentase pengkhelatan logam oleh guano 100 g lebih tinggi dibandingkan dosis guano 200 g. Pemberian dosis guano 100 g lebih efisien dibandingkan dosis guano 200 g karena mampu menurunkan pencemaran. Besarnya persentase pengkhelatan logam oleh guano tidak berbanding terbalik dengan serapan logam berat dalam jaringan tanaman dan nilai BAF (Bioaccumulation factor). Pemberian guano tidak meningkatkan nilai pH tanah karena adanya pengaruh penggunaan larutan artifissial logam. Akibatnya, kandungan P tersedia belum optimum. Hal ini juga berdampak pada biomassa tanaman kangkung darat (Ipomoae reptans poir) yang hasilnya ≤ 1,00 gr/tanaman. Gejala visual yang tampak pada tanaman diantaranya kenampakan daun dan batang tanaman terlihat kecil dan panjang, tidak terlihat klorosis, dan masih terlihat hijau. Tanaman mampu menyelesaikan siklus hidupnya dengan paparan konsentrasi logam yang tinggi. Hal ini dikarenakan tanaman kangkung darat (Ipomoae reptans poir) merupakan tanaman hiperakumulator logam Pb dan Cu. Kesimpulan dari penelitian ini adalah : (1) Aplikasi pupuk guano pada tanah tercemar limbah logam berat seperti Timbal (Pb) dan Tembaga (Cu) dapat menurunkan tingkat cemaran. Pemberian dosis guano 100 g lebih efisien mengkhelat logam Pb dan Cu sebesar 90,20 % dan 65,55% dibandingkan dengan dosis guano 200 g. (2) Tidak adanya interaksi antara faktor perlakuan dosis guano dan jenis logam. (3) Besarnya persentase pengkhelatan logam oleh guano tidak berbanding terbalik dengan kandungan serapan logam dalam jaringan.