PERBEDAAN DAYA HAMBAT EKSTRAK ETANOL BIJI ALPUKAT (Persea americana Mill.) TERHADAP PERTUMBUHAN BAKTERI Escherichia coli DENGAN Staphylococcus aureus

Main Author: DITA PURWINDA ANGGRELLA
Format: Lainnya
Terbitan: , 2014
Subjects:
Online Access: http://repository.unej.ac.id/handle/123456789/59867
Daftar Isi:
  • Berdasarkan hasil penelitian tersebut zona hambat yang tertinggi yaitu pada Staphylococcus aureus dengan konsentrasi hambat minimum (KHM) 0,2% dengan diameter sebesar 0,08 cm, sedangkan pada Escherichia coli memiliki KHM 0,4% dengan diameter sebesar 0,05 cm. Hal ini membuktikan bahwa zat aktif dalam ekstrak biji alpukat (Persea americana Mill.) lebih menghambat Staphylococcus aureus yang merupakan bakteri Gram positif daripada Escherichia coli yang merupakan Gram negatif. Hal ini disebabkan karena perbedaan penyusun dinding sel kedua bakteri tersebut. Pada bakteri Gram positif struktur dinding selnya lebih sederhana daripada gram negatif, sehingga molekul zat antimikroba lebih cepat menembus dinding sel Gram positif. Untuk mengetahui adanya perbedaan daya hambat oleh masing-masing ekstrak pada masing-masing perlakuan dilakukan analisis dengan menggunakan ANOVA dengan tiga kali pengulangan. Berdasarkan hasil uji ANOVA daya hambat ekstrak biji alpukat terhadap pertumbuhan bakteri Escherichia coli signifikan atau berbeda nyata pada taraf α= 0,05 dengan nilai probabilitas sebesar 0,000 (P< 0,05) pada setiap masing-masing konsentrasi, demikian juga ekstrak biji alpukat terhadap bakteri Staphylococcus aureus signifikan atau berbeda nyata pada taraf α= 0,05 dengan nilai probabilitas sebesar 0,000 (P< 0,05) pada setiap masing-masing konsentrasi. Perbedaan rata-rata daya hambat bakteri dari ekstrak Biji Alpukat (Persea americana Mill.) terhadap pertumbuhan Escherichia coli dan Staphylococcus aureus dianalisis dengan uji T. Berdasarkan hasil Uji T, signifikasi 0,772 (P> 0,05) maka dapat disimpulkan ekstrak biji alpukat berbeda secara tidak signifikan terhahadap pertumbuhan bakteri Escherichia coli dengan Staphylococcus aureus. Kesimpulan dari hasil analisis data dan pembahasan, bahwa ekstrak biji alpukat berbeda secara tidak signifikan terhadap rata-rata pertumbuhan bakteri Escherichia coli dengan Staphylococcus aureus. Ekstrak biji alpukat memiliki Konsentrasi Hambat Minimum (KHM) untuk menghambat pertumbuhan bakteri Escherichia coli pada konsentrasi 0,4% dengan rerata diameter zona hambat yaitu 0,05 cm, sedangkan ekstrak biji alpukat memiliki Konsentrasi Hambat Minimum (KHM) untuk menghambat pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus pada konsentrasi 0,2% dengan rerata diameter zona hambat yaitu 0,08 cm. Jika dilihat dari Konsentrasi Hambat Minimumnya maka ekstrak biji alpukat memiliki daya hambat lebih besar terhadap pertumbuhan Staphylococcus aureus daripada Escherichia coli. Semakin kecil Konsentrasi Hambatan Minimumnya maka semakin efektif suatu bahan tersebut dalam menghambat pertumbuhan bakteri.