STUDI FABRIKASI SENSOR KIMIA BERBASIS PRUSSIAN BLUE UNTUK PENENTUAN ASAM ASKORBAT DALAM MINUMAN
Main Author: | IKA WARSIANA |
---|---|
Format: | Lainnya |
Terbitan: |
, 2014
|
Subjects: | |
Online Access: |
http://repository.unej.ac.id/handle/123456789/17874 |
Daftar Isi:
- Immobilisasi indikator redoks prussian blue (PB) pada membran polivinil hidrogen sulfat (PVHS) secara adsorbsi sebagai sensor optik (optode) telah dilakukan. Secara fisik, reagen kering membran PB-PVHS berbentuk lapisan tipis transparan, berwarna coklat kehijauan. Reagen kering PB-PVHS selanjutnya digunakan untuk penentuan asam askorbat (vitamin C) secara spektrofotometri dan dibandingkan dengan metode reagen basah (reagen larutan). Hasil penelitian memberikan data sebagai berikut. Panjang gelombang maksimum pengukuran menggunakan reagen basah 420 nm, sedangkan reagen kering 416 nm. pH optimum reagen basah 5, sedangkan reagen kering 4. Waktu respon reagen basah 11 menit, sedangkan reagen kering 13 menit. Linier range untuk reagen basah dan reagen kering adalah 10-35 ppm. Limit deteksi reagen basah 3,116 ppm, sedangkan reagen kering 3,5 ppm. Sensitivitas kalibrasi metode reagen basah 0,0043 dan sensitivitas untuk metode reagen kering 0,002. Asam oksalat memberikan interferensi yang paling kuat dalam analisa asam askorbat untuk metode reagen basah dan reagen kering. Analisa statistik yang dilakukan dengan menggunakan uji-t untuk respon kedua metode diperoleh harga t = 3.464 < 4.300 maka dapat disimpulkan bahwa metode reagen kering dan reagen basah tidak memiliki perbedaan yang signifikan.