Pembenihan Abalon Haliotis asinina di Balai Budidaya Laut Lombok, Nusa Tenggara Barat
Main Authors: | Bidaryati, Anita, Chandra, M. Johan, Azhar, Fariq |
---|---|
Terbitan: |
IPB (Bogor Agricultural University)
, 2010
|
Online Access: |
http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/19825 |
Daftar Isi:
- Abalon merupakan komoditas yang patut untuk dibudidayakan karena memiliki nilai ekonomis tinggi. Di indonesia, budidaya abalon mulai diteliti Loka Budidaya Laut Lombok sejak tahun 1997 dengan tingkat kelangsungan hidup benih dilaporkan baru mencapai 0,6%. Rekayasa teknologi yang sedang dilakukan adalah rekayasa wadah pemijahan yang dilengkapi dengan perlakuan kejutan suhu dan diversifikasi pakan alami. Kegiatan ini bertujuan agar mahasiswa mampu memperoleh keahlian, pengetahuan tentang pembenihan abalon serta mampu memecahkan permasalahan yang ada saat itu. Praktek lapangan ini dilaksanakan pada tanggal 2 Juli sampai dengan tanggal 19 Agustus 2008. Kegiatan yang dilakukan meliputi 3 pendekatan yaitu mengikuti secara langsung, wawancara dan studi literatur mengenai kegiatan pembenihan abalon. Pembenihan semi massal dilakukan melalui perlakuan kejutan suhu dengan perbandingan jantan:betina 1:3 dan fekunditas 21.300 telur/induk betina. Diversifikasi pakan alami bagi larva abalon dilakukan melalui penambahan jenis pakan alami berupa Amphora sp., dan Navicula sp.. Hasil pengamatan terhadap larva umur 2 bulan menunjukkan bahwa pertumbuhan abalon adalah 0,78 mm per minggu dengan model pertumbuhan larva abalon selama 4 minggu ditunjukkan dalam persamaan linier: y = 0,7842x + 1,1634 (R2 = 0.9876) dan dapat digunakan untuk memprediksi pertumbuhan abalon.