Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif (Cooperative Learning) Tipe Time Token Arends Untuk Meningkatkan Kemampuan Bertanya, Kemampuan Menjawab Pertanyaan, dan Ketuntasan Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran Ekonomi di SMA Negeri 9 Malang

Main Author: Baiq Mega Suci Arini; Perpustakaan UM
Format: PeerReviewed eJournal
Bahasa: ind
Terbitan: SKRIPSI Jurusan Ekonomi Pembangunan - Fakultas Ekonomi UM , 2010
Online Access: http://karya-ilmiah.um.ac.id/index.php/ekonomi-pembangunan/article/view/9542
http://karya-ilmiah.um.ac.id/index.php/ekonomi-pembangunan/article/download/9542/0
Daftar Isi:
  • ABSTRAK Suci Arini, Baiq Mega. 2010. Pengaruh Tingkat Bunga Kredit dan Rasio Tingkat Kredit Bermaslah (NPLs), Terhadap Jumlah Kredit yang Ditawarkan oleh Bank Umum di Indonesia Tahun 2005:1-2009:12. Skripsi, Program Studi Ekonomi dan Studi Pembangunan, Jurusan Ekonomi Pembangunan, Fakultas Ekonomi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing : (1) Dr. Agung Haryono, S.E, MP.Ak (2) Grisvia Agustin S.E., M.Sc. Kata Kunci : tingkat suku bunga kredit, rasio tingkat kredit bermasalah (NPLs), dan jumlah kredit yang ditawarkan. Dalam mekanisme kerja bank berkaitan dengan peranannya sebagai lembaga perantara keuangan, penyaluran dana kepada masyarakat merupakan aktivitas yang dilakukan setelah penghimpunan dana dari masyarakat. Terdapat beberapa alternatif penyaluran dana bank, dan yang terbesar proporsinya adalah dalam bentuk kredit (Pinjaman kepada debitur). Mengingat pentingnya keberadaan kredit sebagai pelumas bagi sektor rill maka banyak penelitian yang dilakukan oleh berbagai kalangan untuk melihat bagaimana kondisi yang dihadapi oleh bank umum dalam menentukan besarnya kredit yang akan ditawarkan. Dalam berbagai penelitian terdahulu telah banyak diulas sejumlah variabel yang mempengaruhi jumlah kredit yang ditawarkan, tetapi dalam penelitian kali ini variabel hanya akan diwakili oleh suku bunga kredit dan rasio tingkat kredit bermasalah (NPLs). Pemilihan suku bunga kredit sebagai salah satu variabel yang langsung mempengaruhi jumlah kredit yang ditawarkan dikarenakan bahwa tingkat suku bunga kredit merupakan salah satu variabel penting yang menentukan pendapatan yang akan diperoleh bank. Di sisi lain pemilihan rasio tingkat kredit bermasalah dikarenakan angka tersebut dapat dijadikan indikator bagi bank dalam melihat risiko dari kredit yang ditawarkan. Pemilihan kedua variabel ini juga mengacu pada teori-teori tentang penawaran kredit yang telah ada. Tujuan Penelitian ini adalahu ntuk mengetahui: (1) apakah variabel tingkat bunga kredit berpengaruh positif dan signifikan terhadap jumlah kredit yang ditawarkan pada bank umum di Indonesia, (2) apakah variabel rasio tingkat kreditbermasalah (NPLs) bepengaruh negatif dan signifikan terhadap jumlah kredit yang ditawarkan pada bank umum di Indonesia, (3) apakah variabel tingkat suku bunga kredit dan rasio tingkat kredit bermasalah secara bersama-sama (simultan)berpengaruh signifikan terhadap jumlah kredit yang ditawarkan pada bank umum di Indonesia.Data dalam penelitian ini menggunakan data sekunder yang diperoleh dari Laporan Tahunan Bank Indonesia, Indikator Pebankan Nasional yang diterbitkan oleh Bank Indonesia. Kemudian data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan teknik analisis regresi berganda untuk mengetahui ada tidaknya dampak dari masing-masing variabel. Penelitian ini menghasilkan suatu kesimpulan bahwa secara parsial variabel tingkat bunga kredit berpengaruh positif dan signifikan terhadap jumlah kredit yang ditawarkan dan rasio tingkat kredit bermasalah (NPLs) berpengaruh negatif dan signifikan terhadap jumlah kredit yang ditawarkan. Sedangkan secara simultan tingkat bunga kredit, NPLs, dan dana perbankan berpengaruh secara signifikan terhadap jumlah kredit yang ditawarkan oleh bank umum di Indonesia tahun 2005:1-2009:12.