Isolasi, Karakterisasi, dan Uji Aktivitas Antibakteri terhadap Escherichia coli Komponen dari Fraksi n-Heksana Ekstrak Daun Jambu Biji (Psidium guajava Linn)
Main Author: | Alifah Mauludinah; Mahasiswa |
---|---|
Format: | PeerReviewed eJournal |
Bahasa: | ind |
Terbitan: |
SKRIPSI Jurusan Kimia - Fakultas MIPA UM
, 2014
|
Online Access: |
http://karya-ilmiah.um.ac.id/index.php/kimia/article/view/38359 |
Daftar Isi:
- ABSTRAK Mauludinah, Alifah. 2014. Isolasi, Karakterisasi, dan Uji Aktivitas Antibakteri terhadap Escherichia coli Komponen dari Fraksi n-Heksana Ekstrak Daun Jambu Biji (Psidium guajava Linn). Skripsi. Jurusan Kimia, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Siti Marfu’ah, M.S., (II) Laurent Octaviana, S.Pd., M.Si. Kata kunci: antibakteri, Escherichia coli,isolasi, jambu biji, n-heksana Indonesia adalah negara tropis dengan dua musim, yaitu musim hujan dan musim kemarau. Pada musim hujan udara menjadi lembab sehingga bakteri mudah berkembang biak dan banyak terjadi kasus penyakit yang disebabkan oleh infeksi bakteri, salah satunya adalah diare. Salah satu penyebab dari penyakit diare adalah infeksi bakteri Escherichia coli pada usus. Di Indonesia daun jambu biji telah dipercaya memiliki khasiat mengobati penyakit diare. Salah satu penelitian yang telah dilakukan menyatakan bahwa komponen nonpolar pada daun jambu biji dapat menghambat pertumbuhan bakteri Escherichia coli, namun belum diketahui komponen apa yang memiliki aktivitas paling besar. Penelitian ini bertujuan untuk (1) memisahkan komponen dalam fraksi n-heksana ekstrak daun jambu biji dalam metanol, (2) mengetahui aktivitas antibakteri komponen-komponen fraksi n-heksana terhadap bakteri Escherichia coli, (3) mengetahui komponen yang menunjukkan aktivitas antibakteri paling besar. Penelitian yang dilakukan terdiri dari 6 tahap, yaitu (1) preparasi sampel, (2) ekstraksi sampel, (3) fraksinasi cair-cair, (4) pemurnian komponen, (5) uji aktivitas terhadap bakteri Escherichia coli, dan (6) identifikasi komponen paling aktif antibakteri yang meliputi skrining fitokimia dan analisis spektrofotometri IR. Ekstraksi sampel dilakukan dengan cara maserasi menggunakan pelarut metanol. Fraksinasi cair-cair terhadap ekstrak metanol dilakukan secara bertahap menggunakan pelarut n-heksana kemudian dilanjutkan dengan etil asetat. Pemurnian komponen dilakukan dengan metode kromatografi kolom. Uji aktivitas terhadap bakteri Escherichia coli dilakukan dengan metode difusi agar-cakram. Kesimpulan dari penelitian yang dilakukan adalah (1) komponen-komponen dalam fraksi n-heksana dipisahkan dengan kromatografi kolom menggunakan eluen campuran etil asetat-n-heksana 3:7 dan diperoleh lima fraksi yaitu Fraksi A (Rf 0,88), B (Rf 0,73-0,60), C (Rf 0,47-0,38), D (Rf 0,24), dan E (Rf 0,00); (2) komponen-komponen fraksi n-heksana memiliki aktivitas terhadap bakteri Escherichia coli dengan zona hambat untuk Fraksi A sebesar 12 mm, Fraksi B sebesar 11 mm, Fraksi C sebesar 11 mm, Fraksi D sebesar 7 mm, dan Fraksi E sebesar 6 mm, fraksi yang menunjukkan aktivitas antibakteri paling besar adalah Fraksi A; dan (3) Fraksi A yang menunjukkan aktivitas antibakteri paling besar diduga mengandung senyawa golongan terpena yang mengandung gugus C-H alifatik jenuh.