Pengembangan Media CD Interaktif Pembelajaran Biologi Materi Indera Penglihatan untuk Kelas XI IPA SMA

Main Author: Fuji Astutik; Mahasiswa UM
Format: PeerReviewed eJournal
Bahasa: ind
Terbitan: SKRIPSI Jurusan Biologi - Fakultas MIPA UM , 2012
Online Access: http://karya-ilmiah.um.ac.id/index.php/biologi/article/view/23397
Daftar Isi:
  • ABSTRAK Media merupakan segala jenis sarana yang dapat digunakan dalam kegiatan pembelajaran untuk menyalurkan isi pembelajaran kepada siswa dan meningkatkan efektifitas serta efisiensi pencapaian tujuan pembelajaran. Kegiatan pembelajaran untuk materi indera penglihatan di SMA Negeri 7 Malang masih terba-tas pada media cetak dengan metode ceramah sehingga kegiatan pembelajaran bersifat satu arah. Alasan peneliti mengembangkan CD interaktif di SMA Negeri 7 Malang antara lain: 1) media yang berbentuk CD interaktif khususnya yang mampu menampilkan teks, gambar, audio, video, animasi, dan evaluasi pembelajaran secara langsung belum pernah digunakan; 2) prestasi belajar kognitif kurang memuaskan; 3) motivasi siswa cukup rendah; dan 4) siswa cenderung pasif di kelas. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media pembelajaran interaktif pada materi indera penglihatan yang dikemas dalam bentuk CD. Model penelitian ini dimodifikasi dari model pengembangan Borg dan Gall (1979). Tahapan pengembangan media ini adalah: 1) melakukan penelitian dan pengumpulan informasi; 2) melakukan perencanaan; 3) mengembangkan dan memilih materi; 4) mengembangkan produk awal; 5) uji validasi; 6) revisi atas produk utama; 7) uji lapangan; 8) revisi penyempurnaan; dan 9) produk akhir. Pengembangan media pembelajaran berbentuk CD interaktif ini telah melalui tahapan validasi oleh ahli materi dan media serta uji coba produk di SMA Negeri 7 Malang. Data kuantitatif berupa persentase untuk melihat kevalidan dan keter-pakaian media dan skor hasil tes awal dan tes akhir untuk melihat keefektivan media. Data kualitatif berupa saran dan komentar digunakan sebagai dasar perbaikan media. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan teknik analisis deskriptif kualitatif. Rerata total hasil validasi dari ahli media dan materi secara berturut-turut mencapai skor 87% dan 99%, yang menunjukkan bahwa seluruh kriteria yang menyusun media adalah valid. Hasil uji coba mencapai rerata 95%. Rerata total skor tes awal siswa 73.39, sedangkan rerata tes akhir 98.21. Hasil tersebut menun-jukkan bahwa media pembelajaran yang dikembangkan menurut pakar layak digunakan dalam pembelajaran Biologi.