Perubahan Nilai Kepadatan Standar dan Kuat Geser Tanah Lempung di Sekitar Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Malang yang Distabilisasi dengan Abu Sabut Kelapa
Main Author: | Magdalena Kung; Mahasiswa |
---|---|
Format: | PeerReviewed eJournal |
Bahasa: | ind |
Terbitan: |
SKRIPSI Jurusan Teknik Sipil - Fakultas Teknik UM
, 2018
|
Online Access: |
http://karya-ilmiah.um.ac.id/index.php/TS/article/view/73534 |
Daftar Isi:
- ABSTRAK Tanah lempung merupakan salah satu jenis tanah yang perlu diperhatikan apabila ingin membangun konstruksi diatasnya. Hal ini karena tanah lempung memiliki sifat gaya geser yang kecil, mudah dimampatkan, koefisien premeabilitas yang kecil dan mempunyai daya dukung yang rendah. Jenis tanah ini juga terdapat di sekitar Fakultas Ilmu Sosial Ilmu Sosial Universitas Negeri Malang. Salah satu cara yang tepat untuk memperbaiki kondisi tanah lempung tersebut adalah melalui proses stabilisasi. Stabilisasi adalah usaha mencampurkan tanah dengan bahan-bahan stabilisasi untuk memperoleh tanah yang stabil. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui nilai kepadatan standar tanah setelah distabilisasi dengan abu sabut kelapa dan nilai kuat geser tanah setelah distabilisasi dengan abu sabut kelapa. Penelitian ini menggunakan 5 variasi penambahan abu sabut kelapa yaitu 0%, 5%, 10%, 15% dan 20%. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deksriptif eksperimental, dimana data yang digunakan adalah data hasil eksperimen. Jumlah sampel dalam penelitian ini adalah 45 dan jenis pengujian yang dilakukan adalah pengujian kepadatan standar (standart proctor test) dan pengujian geser langsung (direct shear test). Hasil pengujian kepadatan standar adalah berat isi kering maksimum(γdmax) dan kadar air optimum (wopt) sedangkan hasil pengujian geser langsung adalahkohesi (c) sudut gesek dalam (ø). Nilai berat isi kering maksimum tanah asli sebesar 1,33 gr/cm3, setelah penambahan diperoleh nilai berat isi kering maksimum pada penambahan10% yaitu 1,40 gr/cm3.Namun berdasarkan persamaanpolinomialnilai berat isi kering maksimum diperoleh pada penambahan 7,95% yaitu 1,39 gr/cm3. Sedangkan nilai kadar air optimum tanah asli sebesar 32%. Setelah penambahan nilai kadar air optimum paling maksimal diperoleh pada penambahan 10% yaitu 28,20%. Namun berdasarkan persamaanpolinomial diperoleh pada penambahan 9,59% yaitu sebesar 29,64%. Untuk nilai kohesi tanah asli diperoleh0,54 kg/cm2 dan setelah penambahan diperoleh nilai kohesi paling maksimal pada penambahan 10% yaitu0,16 kg/cm2. Tetapi berdasarkan persamaan polinomial diperoleh pada penambahan 14,08% yaitu sebesar 0,22 kg/cm2. Sedangkan untuk nilai sudut gesek dalam tanah asli 48,06°. Setelah penambahan diperoleh nilai sidut gesek dalam paling maksimal pada penambahan 15% yaitu sebesar 54,86°. Namun berdasarkan persamaanpolinomial diperoleh pada penambahan 17,25% yaitu sebesar 56,39°.