Analisis Rekayasa Nilai pada Proyek Pembangunan Gedung Bundar Al-Asyari Universitas Islam Malang Studi Kasus Pekerjaan Struktur
Main Author: | Haryogi Aditya Pratama; MAHASISWA |
---|---|
Format: | PeerReviewed eJournal |
Bahasa: | ind |
Terbitan: |
SKRIPSI Jurusan Teknik Sipil - Fakultas Teknik UM
, 2018
|
Online Access: |
http://karya-ilmiah.um.ac.id/index.php/TS/article/view/66938 |
Daftar Isi:
- ABSTRAK Proyek merupakan usaha pada waktu yang sementara untuk menghasilkan produk, jasa, atau hasil yang unik. Suatu proyek dalam proses mewujudkan tujuan dibatasi oleh tiga faktor, yaitu anggaran, waktu, dan mutu. Proyek secara umum dibagi menjadi empat tahap yaitu tahap persiapan, desain (perencanaan), pelaksanaan, dan penutupan. Dalam pelaksanaannya, suatu proyek cenderung terdapat kelebihan biaya. Salah satu cara yang dapat diterapkan untuk mengefisiensikan biaya adalah analisis rekayasa nilai. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui besarnya penghematan biaya dan waktu yang paling optimal pada tahap pekerjaan struktur. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dengan melakukan studi kasus pada proyek pembangunan Gedung Bundar Al-Asyari (DOM Universitas Islam Malang). Analisis yang digunakan yaitu analisis rekayasa nilai (value engineering) meliputi tahap orientasi, tahap informasi, tahap kreatif, tahap evaluasi, tahap pengembangan, dan tahap penyajian. Dari hasil analisis didapatkan pekerjaan alternatif pelat lantai dengan menggunakan floordeck untuk menggantikan pelat lantai beton t = 12 cm (konvensional). Dengan menggunakan alternatif pekerjaan tersebut, diperoleh penghematan sebesar Rp 177,049,252.69 atau 4.95% lebih hemat dari biaya pekerjaan awal. Floordeck adalah suatu sistem pelat metal baja berprofil khusus yang jika dikombinasikan dengan campuran beton akan membentuk suatu sistem pelat lantai. Pada pekerjaan awal dengan menggunakan plat lantai beton konvensional dibutuhkan waktu 126 hari. Dengan menggunakan alternatif pekerjaan tersebut, hanya membutuhkan waktu 90 hari. Maka, diperoleh penghematan durasi pengerjaan sebesar 30 hari pekerjaan sebelumnya.