UJI BEDA PENGGUNAAN BAHAN SERBUK KAPUR BOJONEGORO PADA PEMBUATAN BATA BETON RINGAN CELLULAR LIGHTWEIGHT CONCRETE (CLC) TERHADAP KUAT TEKAN
Main Author: | Andhi Hermawan; Mahasiswa |
---|---|
Format: | PeerReviewed eJournal |
Bahasa: | ind |
Terbitan: |
SKRIPSI Jurusan Teknik Sipil - Fakultas Teknik UM
, 2016
|
Online Access: |
http://karya-ilmiah.um.ac.id/index.php/TS/article/view/53366 |
Daftar Isi:
- ABSTRACT Hermawan, Andhi. 2016.Uji Beda Penggunaan Bahan Serbuk Kapur Bojonegoro Pada Pembuatan Bata Beton Ringan Cellular Lightweght Concrete (CLC) Terhadap Kuat Tekan. Skripsi, Program Studi S1 Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Bambang Djatmiko, S.T, M.T. (II) Drs. Wahyo Hendarto Yoh, M.T.Kata Kunci: Bata beton ringan, Cellular Lightweght Concrete (CLC), serbuk kapur, kuat tekanBata Beton ringan adalah batu bata yang memiliki berat jenis lebih ringan daripada bata pada umumnya. Bata ringan dikenal ada 2 (dua) jenis: Autoclaved Aerated Concrete (AAC) dan Cellular Lightweight Concrete (CLC). Bata beton ringan CLC sendiri terbuat dari campuran pasir, semen, air dan foam yang digunakan dan kepadatan yang diperoleh dapat disesuaikan mulai dari 350 kg/m3 sampai 1.800 kg/m3 dan kekuatan dapat juga dicapai dari serendah 1,5 sampai lebih 30 N/mm2.Salah satu daerah penghasil kapur adalah Kabupaten Bojonegoro. Pegunungan kapur yang terbentang di belahan timur Kecamatan Baureno, Kabupaten Bojonegoro, Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui kuat tekan bata beton ringan normal tanpa tambahan serbuk kapur dengan bata beton ringan yang diberi bahan tambahan serbuk kapur dengan komposisi campuran bervariasi dan mengetahui komposisi campuran serbuk kapur yang menghasilkan kuat tekan optimum, serta memanfaatkan bahan campuran dari daerah lokal.Metode penelitian eksperimental post test only dengan variasi penambahan Serbuk kapur sebagai variabel bebas dan kuat tekan bata beton ringan sebagai variabel terikat. Uji Anova dilakukan untuk uji bersama dan uji Tukey untuk uji berpasangan. Variasi komposisi campuran 1Sm : 2 Ps : 0 Sk (kelompok A) sebagai kelompok kontrol; 1Sm : 2 Ps : 1 Sk (kelompok B) sebagai kelompok perlakuan; 1Sm : 2 Ps : 1.5 Sk (kelompok C) sebagai kelompok perlakuan; 1Sm : 2 Ps : 2 Sk (kelompok D) sebagai kelompok perlakuan dan 1Sm : 2 Ps : 2.5 Sk (kelompok E) sebagai kelompok perlakuan. Benda uji masing-masing variasi komposisi berjumlah 20 buah. (Keterangan: Sm = Semen; Ps = Pasir; Sk= serbuk Kapur). Berdasarkan analisis data diperoleh kesimpulan: (1) kelompok A rerata kuat tekan 2.97 MPa kelas mutu IV.(2) kelompok B rerata kuat tekan 2.80 MPa kelas mutu IV.(3) kelompok C rerata kuat tekan 2.54 MPa kelas mutu IV.(4) kelompok D rerata kuat tekan 2.28 MPa kelas mutu tidak sesuai SNI.(5) kelompok E rerata kuat tekan 2.14 MPa kelas mutu tidak sesuai SNI.(6) ada perbedaan yang signifikan rerata kuat tekan bata beton ringan normal tanpa bahan tambahan serbuk kapur dengan bata beton ringan yang diberi variasi kadar penambahan serbuk kapur. (7) hasil uji Tukey kelompok A vs kelompok B; kelompok B vs C; kelompok B vs kelompok D dan kelompok B VS kelompok E mengalami perbedaan yang signifikan dengan p-value = 0,000. (8) kelompok B menghasilkan rerata kuat tekan tertinggi untuk tambahan serbuk kapur sebesar 2.80 MPa.