Pelestarian Seni Pertunjukan Reog Ponorogo pada Siswa Kelas X di SMAN 2 Ponorogo Kabupaten Ponorogo

Main Author: Ratri Restayanti Harsono; Mahasiswa
Format: PeerReviewed eJournal
Bahasa: ind
Terbitan: , 2015
Subjects:
Online Access: http://karya-ilmiah.um.ac.id/index.php/seni-desain/article/view/40703
Daftar Isi:
  • ABSTRAK Harsono, Ratri Restayanti, 2015. Pelestarian Seni Pertunjukan Reog Ponorogo pada Siswa Kelas X di SMAN 2 Ponorogo Kabupaten Ponorogo. Skripsi, Jurusan Seni dan Desain, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Robby Hidajat, M.Sn, (II) Hartono, S.Sn, M.Sn Kata Kunci: Reog Ponorogo, pelestarian, seni pertunjukan, SMAN 2 Ponorogo Reog Ponorogo adalah seni pertunjukan khas Ponorogo yang mengabungkan musik, tari, bela diri dan olah vokal. Pada Babad Ponorogo Jilid VII terbitan Dinas Pariwisata dan Seni Budaya Pemerintah Kabupaten Ponorogo dan Ponorogo Dalam Angka terbitan Badan Perencanaan Pembangunan Daerah belum melacak seberapa jauh usaha yang dilakukan pada kegiatan pelestarian seni pertunjukan Reog Ponorogo yang dilakukan oleh berbagai pihak. Oleh karena itu, permasalahan ini menarik bagi peneliti untuk melakukan penelitian tentang kegiatan pelestarian seni pertunjukan Reog Ponorogo yang dilakukan di SMAN 2 Ponorogo sebagai salah satu sekolah yang memelopori terlaksananya pembelajaran seni reog baik pada intrakurikuler dan ekstrakurikuler. Peneliti mendapatkan kemudahan untuk mengambil data berupa dokumen sekolah, gambar secara rinci dan wawancara dengan guru muatan lokal seni reog untuk mengetahui kegiatan pelestarian terhadap seni pertunjukan Reog Ponorogo yang dilakukan di SMAN 2 Ponorogo. Tujuan dari penelitian ini yaitu (1) Mengetahui dan mendeskripsikan alasan SMAN 2 Ponorogo melestarikan seni pertunjukan Reog Ponorogo, dan (2) Mengetahui dan mendeskripsikan kegiatan SMAN 2 Ponorogo melestarikan reog Ponorogo di lingkungan sekolah serta faktor penghambat dan pendukungnya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan jenis penelitian deskriptif. Prosedur pengumpulan data dilakukan dengan metode observasi, wawancara, dan dokumentasi. Kegiatan analisis data dimulai dari tahap pengumpulan data, tahap reduksi, tahap penyajian data, serta tahap penarikan kesimpulan. Pengecekan keabsahan data dilakukan setelah melakukan analisis data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Dasar pelestarian seni pertunjukan reog Ponorogo di SMAN 2 Ponorogo dari Peraturan Pemerintah dan keputusan Kepala SMAN 2 Ponorogo mulai tahun ajaran 2006/2007 dan tujuan pelestarian seni pertunjukan reog Ponorogo untuk mengenalkan reog sebagai penanaman karakter dan mengapresiasi serta mengekspresi diri terhadap seni pertunjukan reog Ponorogo baik musik dan tari oleh siswa, (2) Kegiatan pelestarian dilakukan oleh berbagai pihak di lingkungan sekolah, yaitu Kepala Sekolah, guru dan siswa serta melaksanakan pembelajaran muatan lokal sebagai intrakurikuler seni reog dan ekstrakurikuler seni reog pada siswa kelas X serta terdapat faktor penghambat dan pendukung internal maupun eksternal dalam usaha pelestarian seni pertunjukan reog di SMAN 2 Ponorogo. Saran peneliti, hendaknya dilakukan penelitian lebih lanjut untuk menyempurnakan hasil penelitian, khususnya tentang kegiatan pelestarian terhadap seni pertunjukan reog Ponorogo yang dilakukan oleh lembaga pendidikan seperti sekolah, sehingga dapat dijadikan referensi untuk menambah wawasan tentang pelestarian reog Ponorogo yang bisa dilakukan oleh berbagai pihak.