PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN TWO STAY TWO STRAY (TSTS) UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN SEJARAH KELAS XI IPS 1 SMA MUHAMMADIYAH 2 SUMBERPUCUNG KABUPATEN MALANG

Main Author: reddy poerbowo; Mahasiswa
Format: PeerReviewed eJournal
Bahasa: ind
Terbitan: , 2018
Subjects:
Online Access: http://karya-ilmiah.um.ac.id/index.php/sejarah/article/view/74792
Daftar Isi:
  • ABSTRAK Poerbowo, Reddy.2018.Penerapan Model Pembelajaran Two Stay Two Stray (TSTS) untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran Sejarah Kelas XI IPS SMA Muhammadiyah 2 Sumber pucung Kabupaten Malang. Skripsi, Jurusan Pendidikan Sejarah, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Drs. Mashuri,M.Hum (II) Najib Jauhari, S.Pd.,M.Hum Kata Kunci: model pembelajaran, two stay two stray, hasil belajar siswa. Hasil belajar merupakan salah satu tolak ukur keberhasilan sebuah pembelajaran. Pembelajaran Sejarah di kelas XI IPS SMA Muhammadiyah 2 Sumberpucung memiliki tingkat keberhasilan yang rendah, hal tersebut dapat dilihat pada observasi awal yang menujukan bahwa nilai hasil belajar siswa rendah. Dari data observasi awal diketahui bahwa pada pratindakan ada 12 siswa yang tidak tuntas dalam evaluasi pembelajaran Sejarah. Nilai rata-rata siswa hanya 73, sedangkan KKM yang ditetapkan sekolah adalah 75. Setelah disebarkan angket diketahui penyebabnya adalah model pembelajaran yang digunakan oleh guru tidak menarik bagi siswa. Tujuan dari penelitian ini adalah menyelesaikan masalah-masalah yang ada di kelas XI IPS SMA Muhammadiyah 2 Sumberpucung yaitu hasil belajar Sejarah siswa rendah. Upaya penyelesaian masalah menggunakan penelitian tindakan kelas dengan menerapkan model pembelajaran two stay two stray. Metode penelitian yang digunakan adalah merupakan jenis penelitian tindakan kelas (PTK). Subjek penelitian ini adalah siswa kelas XI IPS SMA Muhammadiyah 2 Sumberpucung.Penelitian ini dilaksanakan dalam II siklus. Pada penelitian ini diterapkan model pembelajaran Two Stay Two Stray. Prosedur pengumpulan data yang dilakukan antara lain obeservasi lapangan, wawancara, angket serta Tes. Penelitian dilakukan didalam kelas dengan siswa dan guru sebagai objek penelitian. Penelitian dilakukan selama dua siklus. Berdasarkan analisis data hasil belajar siswa kelas XI-IPS 1 pada siklus II terdapat peningkatan hasil belajar dibandingkan dengan siklus I,pada siklus I nilai rata-rata adalah 75,95. Siswa yang mencapai criteria tuntas sejumlah 15 siswa atau 71,43% sedangkan yang belum tuntas yaitu 12 siswa atau 28,57%. Sedangkan pada siklus II nilai rata-rata siswa adalah 81,19%. Siswa yang mencapai KKM 21siswa atau100%.Sedangkan yang belum tuntas yaitu 0 siswa atau 0,00%. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan dua hal yaitu penerapan model pembelajaran Two Stay Two Stray di kelas XI IPS terbukti dapat menyelesaikan masalah-masalah yang ada di kelas. Model pembelajaran dapat diterapkan dengan mudah tanpa ada kendala yang berarti.Hal ini sesuai dengan hasil penelitian yaitu hasil belajar siswa.Sebelum dilakukan tindakan ketuntasan belajar siswa hanya mencapai 42%. Setelah siklus I selesai persentase ketuntasan meningkat menjadi71,43% dan setelah siklus II selesai, persentase ketuntasan hasil belajar meningkat menjadi100%.Hasil belajar siswa kelas XI IPS SMA Muhammadiyah 2 Sumberpucung setelah diterapkan model pembelajaran Two Stay Two Stray terbukti meningkat. Hal ini dapat dibuktikan dengan meningkatnya nilai rata-rata siswa dari sebelum tindakan yaitu 73,95 pada akhir siklus I naik menjadi 75,95. Sedangkan pada akhir siklus II naik menjadi 81,42. Saran yang dianjurka nuntuk guru adalah penelitian ini dapat dijadikan acuan atau referensi untuk pembelajaran yang lebih baik dengan menggunakan model pembelajaran Two Stay Two Stray.Saran untuk siswa agar selalu memperhatikan dan belajar dengan sungguh-sungguh. Bagi peneliti selanjutnya diharapkan dapat menjadi referensi dan memperbaiki kekurangan yang ada pada penelitian ini. Poerbowo, Reddy. 2018. The Implementation of Two Stay Two Stray (TSTS) learning Model to Improve Student Learning Outcome in Historical Subject at Grade XI IPS 1 SMA Muhammadiyah 2 SumberpucungMalang.Thesis, Department Of History Education, Faculty Of Social Sciences, State University Of Malang. Supervisor (I) Drs. Mashuri,M.Hum (II) NajibJauhari, S.Pd.,M.Hum Key Words:learning method, two stay two stay, the results of student learning. Learning outcomes are one of measuring the success of learning. Learning History in class XI IPS SMA Muhammadiyah 2 Sumberpucung has a low success rate, it can be seen in the preliminary observation that the value of student learning outcomes is low. From the preliminary observation data it is known that on the pre action there are 12 unfinished students in History learning evaluation. The average score of students is only 73, while the school-established KKM is 75. Once the questionnaire is disseminated it is known that the learning model used by the teacher does not appeal to the students. The purpose of this research is to solve the problems that exist in the class XI IPS SMA Muhammadiyah 2 Sumberpucung is the result of learning History of low students. Problem solving efforts use classroom action research by applying the two stay two stray learning model. The research method used is a type of classroom action research (PTK). The subjects of this study were students of class XI IPS SMA Muhammadiyah 2 Sumberpucung. This study was conducted in two cycles. In this study applied Two Stay Two Stray learning model. The data collection procedure is carried out such as field observation, interview, questionnaire and test. Research is done in the classroom with students and teachers as the object of research. Based on the data analysis of student learning outcomes class XI-IPS 1 on the second cycle there is an increase in learning outcomes compared to cycle I, in cycle I the average value is 75.95. Students who achieve the criteria complete a number of 15 students or 71.43% while the unfinished is 12 students or 28.57%. While in cycle II the average value of students is 81.19%. Students who reach KKM 21 students or 100%.While the unfinished is 0 students or 0.00%. Based on the results of the research, it can be concluded two things namely the application of Two Stay Two Stray learning model in class XI IPS proved to solve problems in the classroom. Learning model can be applied easily without any significant constraint. This is in accordance with the results of research that is the result of student learning. Before done the action of student's completeness only reach 42%. After the first cycle completed the percentage of completeness increased to 71.43% and after the second cycle is completed, the percentage of learning result completeness increased to 100%. The result of student learning class XI IPS SMA Muhammadiyah 2 Sumberpucung after applied Two Stay Two Stray learning model proved to increase. This can be proved by the increase of the average score of students from before the action that is 73,95 at the end of cycle I rose to 75,95. While at the end of the second cycle rose to 81.42. The suggested suggestion for teachers is that this research can be used as a reference for better learning by using Two Stay Two Stray learning model. Suggestions for students to always pay attention and study earnestly. For further research is expected to be a reference and improve the existing deficiencies in this study.