DAYA ANTIBAKTERI PASTA CAMPURAN EKSTRAK KULIT NANAS (Ananas comosus) DAN CALCIUM HYDROXIDE SEBAGAI MEDIKAMEN INTRAKANAL TERHADAP Enterococcus faecalis
Main Author: | INTAN FAJRIN ARSYADA, 021311133082 |
---|---|
Format: | Thesis NonPeerReviewed Book |
Bahasa: | ind |
Terbitan: |
, 2016
|
Subjects: | |
Online Access: |
http://repository.unair.ac.id/59408/1/KG.%2072-17%20Ars%20d%20abstrak.pdf http://repository.unair.ac.id/59408/2/KG.%2072-17%20Ars%20d.pdf http://repository.unair.ac.id/59408/ http://lib.unair.ac.id |
Daftar Isi:
- Latar belakang: Enterococcus faecalis merupakan bakteri yang paling sering ditemukan pada kegagalan perawatan saluran akar. Medikamen intrakanal digunakan untuk meningkatkan keberhasilan perawatan saluran akar. Bahan yang sering digunakan sebagai medikamen intrakanal adalah calcium hydroxide. Calcium hydroxide tidak efektif dalam mengeliminasi enterococcus faecalis, sehingga ditambahkan bahan antibakteri lain, seperti iodoform. Iodoform memiliki kekurangan dapat menimbulkan efek toksik pada jaringan. Kulit nanas memliki sifat sebagai antibakteri, karena memiliki kandungan zat aktif, seperti flavonoid, saponin, tanin, dan enzim bromelain. Berdasarkan sifat antibakteri yang dimiliki oleh kulit nanas, maka akan dilakukan penelitian untuk mengetahui daya antibakteri pasta campuran calcium hydroxide dan ekstrak kulit nanas terhadap Enterococcus faecalis. Tujuan: Mengetahui daya antibakteri pasta campuran ekstrak kulit nanas dan calcium hydroxide pada konsentrasi 6,25% dan 12,5% dengan rasio 1:1 dibandingkan dengan pasta calcium hydroxide 100% dan pasta campuran calcium hydroxide dan iodoform terhadap Enterococcus faecalis. Metode: Jenis penelitian yang dilakukan adalah eksperimental laboratoris. Kelompok sampel dibagi menjadi 2 kelompok kontrol (pasta calcium hydroxide 100% dan pasta campuran calcium hydroxide dan iodoform) dan 2 kelompok perlakuan (pasta campuran ekstrak kulit nanas pada konsentrasi 6,25% dan 12,5% dan calcium hydroxide dengan rasio 1:1). Metode yang digunakan adalah difusi agar. Data penelitian dianalisis menggunakan uji one way ANOVA. Hasil: Diameter zona hambat yang didapatkan secara berturut-turut dari A, B, C, dan D adalah 17,59 mm, 0 mm, 21,58, dan 19,8 mm. Simpulan: Pasta campuran ekstrak kulit nanas pada konsentrasi 6,25% dan 12,5% dan calcium hydroxide dengan rasio 1:1 memiliki daya antibakteri lebih tinggi dibandingkan dengan pasta calcium hydroxide 100% dan pasta campuran calcium hydroxide dan iodoform. Kata kunci: Calcium hydroxide, kulit nanas, daya hambat, Enterococcus faecalis, medikamen intrakanal