HUBUNGAN FAKTOR RESIKO MATERNAL DAN INFEKSI CHLAMYDIA TRACHOMATIS DENGAN KEJADIAN ABORTUS SPONTAN DI RSUD DR RASIDIN DAN RSIA SITI HAWA PADANG

Main Author: WENNY, NURSA OCTARINA
Format: Thesis NonPeerReviewed Book
Bahasa: ind
Terbitan: , 2018
Subjects:
Online Access: http://scholar.unand.ac.id/38738/6/COver%20%26%20Abstrak.pdf
http://scholar.unand.ac.id/38738/2/BAB%20I.pdf
http://scholar.unand.ac.id/38738/3/BAB%20VII.pdf
http://scholar.unand.ac.id/38738/4/DAFTAR%20PUSTAKA.pdf
http://scholar.unand.ac.id/38738/5/TESIS%20FULL%20TEXT.pdf
http://scholar.unand.ac.id/38738/
Daftar Isi:
  • Abortus merupakan salah satu penyebab dari morbiditas dan mortalitas maternal. Abortus adalah berakhirnya kehamilan pada atau sebelum kehamilan tersebut berusia 22 minggu. Banyak faktor yang mempengaruhi abortus, salah satunya adalah infeksi yang disebabkan oleh Chlamydia trachomatis, selain itu faktor resiko lain yang mempengaruhi terjadinya abortus adalah usia maternal, paritas, riwayat kejadian abortus pada kehamilan sebelumnya, dan jarak kehamilan. Penelitian ini merupakan studi analitik dengan desain case control yaitu untuk mengetahui hubungan antara faktor resiko maternal dan infeksi C. trachomatis dengan kejadian abortus spontan. Populasi penelitian adalah semua ibu hamil dengan abortus spontan di RS dr. Rasidin padang dan RSIA Siti Hawa Padang. Teknik pengambilan sampel dengan consecutive sampling yaitu setiap penderita yang memenuhi kriteria inklusi dimasukkan dalam subyek penelitian sampai jumlah sampel tercapai yaitu sebanyak 50 sampel. Hasil penelitian didapatkan pada kasus abortus sebanyak 76% merupakan kelompok umur tidak beresiko, berdasarkan jumlah paritas didapatkan 96% kelompok tidak beresiko, berdasarkan riwayat abortus terdapat 80% yang tidak memiliki riwayat abortus, berdasarkan jarak kehamilan terdapat sebanyak 88% mengalami abortus merupakan kelompok tidak beresiko. Proporsi kejadian abortus pada sampel positif C. trachomatis yaitu 44,0%. Analisa statistik dengan uji Fisher’s Exact Test menunjukan, bahwa tidak terdapat hubungan yang bermakna antara faktor resiko maternal dengan kejadian abortus (p>0.05) dan terdapat hubungan yang bermakna antara infeksi C.trachomatis dengan kejadian abortus (p<0.05) dengan nilai Odds Ratio (OR) 5,7. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan terdapat hubungan antara infeksi C.trachomatis dengan kejadian abortus dan tidak terdapat hubungan antara faktor resiko maternal dengan kejadian abortus. Diharapkan untuk penelitian berikutnya melakukan penelitian lebih lanjutan mengenai hubungan faktor resiko maternal dan infeksi Chlamydia trachomatis terhadap kejadian abortus spontan dengan metode penelitian yang berbeda dan jumlah sampel yang lebih banyak.