PENGARUH METODE PENGOLAHAN PADA PELEPAH SAWIT TERHADAP KECERNAAN SERAT KASAR, LEMAK KASAR, DAN BETN SECARA IN-VITRO

Main Author: Della, Wandara
Format: Thesis NonPeerReviewed Book
Bahasa: ind
Terbitan: , 2017
Subjects:
Online Access: http://scholar.unand.ac.id/24839/1/cover%20%26%20abstrak.pdf
http://scholar.unand.ac.id/24839/2/BAB%20I%20pendahuluan.pdf
http://scholar.unand.ac.id/24839/3/BAB%20V%20kesimpulan.pdf
http://scholar.unand.ac.id/24839/4/DAFTAR%20PUSTAKA.pdf
http://scholar.unand.ac.id/24839/5/srkipsi%20lengkap.pdf
http://scholar.unand.ac.id/24839/
Daftar Isi:
  • Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh metode pengolahan dengan cara amoniasi urea, fermentasi starbio, fermentasi kapang Phanerochaete chrysosporium nonsteril dan fermentasi kapang Phanerochaete chrysosporium steril pada pelepah sawit terhadap kecernaan (SK, LK dan BETN). Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Ruminansia Fakultas Perternakan Universitas Andalas pada 4 juli 2016 sampai 5 Oktober 2016. Penelitian menggunakan metode exsperimen dengan Rancangan Acak Kelompok (RAK), 5 perlakuan dan 4 kelompok sebagai ulangan, perlakuan adalah A = kontrol, B = amoniasi urea, C = fermentasi dengan starbio, D = fermentasi dengan kapang Phanerochaete chrysosporium non steril dan E = fermentasi dengan kapang Phanerochaete chrysosporium steril. Peubah yang diamati adalah kecernaan (SK, LK, dan BETN). Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode pengolahan pelepah sawit serara biologis dan kimiawi dapat meningkatkan kecernaan SK, LK dan BETN, dan metode pengolahan yang lebih baik pada pelepah sawit adalah fermentasi dengan kapang Phanerochaete chrysosporium dengan kecernaan dengan kecernaan serat kasar 53,37%, lemak kasar 61,98% dan BETN 56,25%. Kata Kunci : Pelepah sawit, urea, starbio, phanerochaete chrysosporium