Daftar Isi:
  • Penelitian ini dilakukan pada siswa di SMA Negeri se-Kabupaten Tapanuli Tengah yang bertujuan untuk mengetahui: (1) Kemampuan literasi sains siswa; (2) Hubungan latar belakang pendidikan formal orang tua dengan kemampuan literasi sains siswa; (3) Hubungan intensitas belajar sains dengan kemampuan literasi sains siswa; dan (4) Hubungan proses pembelajaran sains di sekolah dengan kemampuan literasi sains siswa. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas XI IPA SMA Negeri se-Kabupaten Tapanuli Tengah. Sampel penelitian ini diambil secara acak (random sampling) berjumlah 256 siswa. Jenis penelitian ini merupakan penelitian deskriptif korelatif. Instrumen penelitian adalah tes kemampuan literasi sains siswa, dan angket faktor-faktor literasi sains siswa, yaitu: latar belakang pendidikan formal orang tua, intensitas belajar sains, dan proses pembelajaran sains siswa. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini meliputi analisis deskriptif dan analisis korelatif dengan menggunakan analisis regresi ganda pada taraf signifikan α = 0,05. Hasil penelitian ini diperoleh bahwa: (1) kemampuan literasi sains siswa kelas XI IPA SMA Negeri se-Kabupaten Tapanuli Tengah termasuk kedalam kategori Kurang Baik; (2) terdapat hubungan signifikan latar belakang pendidikan formal orang tua dengan kemampuan literasi sains siswa kelas XI IPA SMA Negeri se-Kabupaten Tapanuli Tengah (r = 0,161); (3) terdapat hubungan signifikan intensitas belajar sains dengan kemampuan literasi sains siswa kelas XI IPA SMA Negeri se-Kabupaten Tapanuli Tengah (r = 0,248) dan (4) terdapat hubungan signifikan proses pembelajaran sains di sekolah dengan kemampuan literasi sains siswa kelas XI IPA SMA Negeri se-Kabupaten Tapanuli Tengah (r = 0,622). Hasil penelitan ini mengimplikasikan bahwa peran dan pendidikan orangtua, intensitas belajar, dan proses pembelajaran berbasis literasi sains siswa di sekolah memiliki hubungan dan pengaruh yang dapat meningkatkan kemampuan literasi sains siswa menjadi lebih baik