HUBUNGAN OBESITAS DENGAN KEJADIAN BENIGNA PROSTAT HIPERPLASIA DI RUMAH SAKIT UMUM ZAINOEL ABIDIN BANDA ACEH
Main Author: | RAFIF ALFAYAT |
---|---|
Format: | |
Online Access: |
http://etd.unsyiah.ac.id//index.php?p=show_detail&id=79854 |
Daftar Isi:
- Keadaan penumpukan lemak yang berlebihan pada seseorang saat ini sudah sering terjadi, hal ini disebabkan oleh asupan gizi yang terlalu banyak dan kurangnya aktivitas fisik, keadaan berlebihan lemak tersebut didefinisikan sebagai obesitas. Obesitas dapat meningkatkan risiko terkenanya seseorang akan berbagai penyakit, salah satunya adalah benigna prostat hiperplasia (BPH). Benigna prostat hiperplasia (BPH) merupakan keadaan membesarnya sel prostat yang umumnya terjadi pada pria berusia 40 tahun ke atas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan obesitas dengan kejadian BPH di RSUDZA Banda Aceh. Desain penelitian yang digunakan adalah analitik observasional dengan pendekatan cross-sectional. Menggunakan teknik non-probabilty sampling dengan metode accidental sampling. Sebanyak 62 pasien ditentukan dari rumus berdasarkan hasil survei awal yang ditentukan dengan rumus Slovin terdiri dari 31 pasien dengan diagnosis BPH dan 31 pasien non-BPH. Berdasarkan hasil penelitian, didapatkan jumlah pasien obesitas sebesar 30 orang (48,4%), dan pasien BPH sebanyak 31 orang (50,0%). Hasil analisis data menggunakan uji Chi-Square menunjukkan hasil p-value 0,611 (p > 0,05). Hasil penelitian ini membuktikan bahwa tidak terdapat adanya hubungan obesitas dengan kejadian BPH di RSUDZA Banda Aceh.