FAKTOR-FAKTOR PENTING PENYEBAB KETERLAMBATAN PENYELESAIAN PELAKSANAAN PEKERJAAN PROYEK KONSTRUKSI JALAN DAN JEMBATAN DI KOTA SABANG

Main Author: dhea yulandari
Format:
Terbitan: Fakultas Teknik , 2013
Online Access: http://etd.unsyiah.ac.id//index.php?p=show_detail&id=504
Daftar Isi:
  • ABSTRAKPembangunan proyek konstruksi jalan dan jembatan di wilayah Kota Sabang merupakan program prioritas yang dilaksanakan oleh pemerintah Kota Sabang, Provinsi Aceh. Pada proses pelaksanaan pekerjaan proyek konstruksi jalan dan jembatan tersebut ditemukan adanya keterlambatan dalam penyelesaian pelaksanaan pekerjaan tersebut, yang disebabkan peran pihak owner dan kontraktor. Pokok permasalahan dalam penelitian ini adalah faktor-faktor penting apa saja yang mejadi keterlambatan penyelesaian pelaksanaan pekerjaan proyek konstruksi jalan dan jembatan di Kota Sabang. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi 5(lima) teratas faktor-faktor penting yang menyebabkan keterlambatan penyelesaian pelaksanaan pekerjaan proyek konstruksi jalan dan jembatan di Kota Sabang, berdasarkan relative importance index (RII). Data primer untuk penelitian ini didapat melalui survei kuesioner dengan target responden adalah para pihak yang terlibat dalam pelaksana proyek konstruksi jalan dan jembatan Kota Sabang, yang dibatasi hanya pihak owner dan kontraktor, dengan jumlah owner sebanyak 14 orang dan jumlah kontraktor sebanyak 16 orang. Berdasarkan hasil pengolahan data yang dilakukan melalui tahapan analisa reliabilitas, analisa frekuensi, perhitungan relative importance index (RII), perangkingan faktor, dan analisa koefisien rank spearman, maka teridentifikasi lima teratas faktor-faktor penting yang menyebabkan keterlambatan penyelesaian pelaksanaan pekerjaan proyek konstruksi jalan dan jembatan di Kota Sabang, yaitu kekurangan jumlah peralatan dengan nilai relative importance index (RII) gabungan sebesar 4,353; kondisi cuaca dengan nilai relative importance index (RII) gabungan sebesar 4,246; perubahan desain oleh owner dengan nilai relative importance index (RII) gabungan sebesar 4,166; keterlambatan pengiriman bahan dengan nilai relative importance index (RII) gabungan sebesar 4,045; dan kekurangan bahan konstruksi dengan nilai relative importance index (RII) gabungan sebesar 3,973.
  • Banda Aceh